Kencan Dengan Tuhan
Selasa, 10 Maret 2020
Bacaan: 2 Samuel 12:22 Jawabnya: "Selagi anak itu hidup, aku berpuasa dan menangis, karena pikirku: siapa tahu TUHAN mengasihani aku, sehingga anak itu tetap hidup."
Renungan:
Nabi Natan datang menegur kejahatan Daud yang mengambil Batsyeba dari Uria, dan memberitahukan kepada Daud bahwa anak yang dikandung oleh Batsyeba akan meninggal. Setelah 7 hari, meninggallah anak itu. Kemudian bangunlah Daud, mengganti pakaiannya dan duduk makan. Sikap Daud ini membingungkan pada pegawainya karena selama anak itu masih hidup, Daud mengurung diri dan menangis. Tetapi setelah anak itu meninggal, ia berhenti menangis, bangun dan duduk makan. Lalu Daud menjelaskan, "Selagi anak itu hidup, aku berpuasa dan menangis, karena pikirku: siapa tahu Tuhan mengasihani aku, sehingga anak itu tetap hidup." Dengan kata lain, Daud berusaha mengubah keputusan Tuhan dengan kesungguhannya berdoa dan berpuasa.
Akhir dari kisah Daud ini, doa Daud tidak mengubah keadaan. Anaknya tetap mati. Namun kesungguhannya berdoa membuat Tuhan menganugerahkan seorang anak, pengganti anaknya yang meninggal. Maka lahirlah Salomo yang dikatakan "Tuhan mengasihi anak ini."
Melalui pengalaman hidup Daud ini, dapatkah kita merefleksikan diri dan melihat seberapa jeli mata rohani kita untuk menangkap setiap kesempatan di tengah pergumulan yang ada dan menjadikannya sebagai waktu-waktu peperangan rohani? Ataukah kita justru menjadikannya waktu untuk berkeluh kesah dan menyesali keadaan? Daud mengajari kita untuk memiliki mental seorang pejuang, yang berjuang sampai titik darah penghabisan. Artinya kita tidak dikalahkan oleh keadaan, namun kita mengubah nya dengan jeritan yang membawa kuasa Tuhan turun dari sorga ke atas kita. Percayalah, doa selalu membawa sesuatu yang baik turun dari sorga atas kita, karena setiap tetes air mata kita bagaikan permata yang memperindah Kerajaan Sorga. Permata yang menyenangkan hati Tuhan, dan ketika Ia disenangkan, maka kemuliaan Tuhan turun atas kita. Masa depan kita di dalam Tuhan terletak pada kekuatan lutut kita bertelut. Andai apa yang kita pergumulkan tidak dijawab saat ini, maka bisa jadi akan dijawab di kemudian hari, atau akan ada jawaban lain yang sepadan dengan nilai jawaban yang kita harapkan. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, sebagaimana Engkau tidak bosan mendengar doaku, aku pun tidak akan bosan untuk memanjatkan doaku, sampai Engkau menjawabnya. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar