Rabu, 18 Maret 2020

Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Kamis,_ *19 Maret 2020*

*Hari Raya S. Yusuf, Suami SP Maria*

2Sam 7:4-5a,12-14a,16
Mzm 89:2-5,27,29
Rm 4:13,16-18,22
Mat 1:16,18-21,24a atau Luk 2:41-51a

*MENJADI TAAT KARENA IMAN*

_Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa menurut yang telah difirmankan.  -- Rm 4:18_

Ada saja ulah yang dilakukan keponakan saya yang berusia satu setengah tahun. Tingkah lakunya kadang membuat gemes, tetapi kadang juga geli. Lucunya, meski kadang berbuat nakal, anak-anak seumur itu juga sudah mengerti tentang ketaatan.

Belajar dari anak kecil, apakah kita juga memiliki ketaatan? Apakah kita taat kepada Tuhan karena takut sama seperti sifat seorang anak kecil? Ataukah kita taat melakukan perintah-Nya, karena beriman ketika tugas kita di dunia ini selesai, ada tempat yang baik di sisi-Nya?

Seperti contoh Abraham dalam bacaan hari ini. Ia adalah seorang yang memiliki iman dan ketaatan yang sangat luar biasa. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan nanti, karena kita tidak dapat melihatnya sekarang. Lalu bagaimana caranya berharap pada sesuatu yang tidak kelihatan? Ditambah lagi, jika apa yang sudah kita harapkan, kita minta dengan jelas dalam doa, namun tak kunjung terwujud dan terkabul. Sampai pada titik tertentu, rasanya kita tidak lagi ingin berharap ataupun berdoa. Pada saat itu, kita sering memilih untuk pasrah terhadap keadaan yang harus dihadapi.

Doa-doa yang dari pengharapan kita yang tidak kunjung terwujud mungkin karena apa yang kita minta tidak selaras dengan kehendak Tuhan. Kita harus mempunyai ketaatan yang berlandaskan iman bahwa penyertaan Tuhan selalu ada dalam hidup kita. (Md)

_Apakah saya sudah dapat mencontoh iman yang taat dari hidup Abraham?_

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar