Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Rabu,_ *11 Maret 2020*
Yer 18:18-20
Mzm 31:5-6,14-16
Mat 20:17-28
*HIDUP JADI BERARTI*
_Ia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani. -- Mat 20:28_
_"Berapapun yang kamu minta, pasti pasian akan bayar. Tapi tahukah kamu, saat kamu memberi tarif yang tinggi setelah pasien itu bayar, maka keluarganya selama berhari-hari harus mengurangi porsi makan mereka hingga sering kelaparan."_ Itulah yang diungkapkan dokter Lie Dharmawan kepada rekan-rekan sesama dokter.
Dokter Lie bukan dari keluarga yang mapan. Adiknya meninggal karena disentri. Keluarganya tak mampu memberikan pengobatan yang memadai karena ayahnya telah meninggal. Ibu nya berjuang mati-mati an untuk membiayai Lie dan adik-adiknya.
Dari pengalaman meninggalnya sang adik, Lie bertekat menjadi dokter dan mengobati orang-orang yang tidak mampu. Cita-cita Lie menjadi bahan olok-olok banyak orang. Usahanya berkali-kali menemui jalan buntu saat tes masuk di Fakultas Kedokteran di Jakarta. Namun, Tuhan memiliki rencana lain. Lie menerima beasiswa dari Fakultas Kedokteran di Jerman. Untuk membiayai hidupnya di sana, ia bekerja sebagai kuli bongkar dan membantu di panti jompo.
Setelah lulus, Lie tak pernah lupa akan tujuan hidupnya. Walaupun hidupnya sudah mapan di Jerman, ia tetap pulang ke Indonesia dan mendirikan Rumah Sakit Apung (rumah sakit di atas perahu) serta organisasi yang diberi nama DoctorSHARE. Ia memberikan pengobatan kepada orang-orang tidak mampu dengan berkeliling dari pulau ke pulau.
Walaupun tidak berlimpah harta, hidup dokter Lie sangat berarti. Memiliki hati yang melayani tanpa pamrih menjadikannya cerminan hidup Kristus sendiri. (Yo)
_Apa bentuk pelayanan saya yang meringankan penderitaan sesama?_
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar