Jumat, 20 Maret 2020

Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Sabtu,_ *21 Maret 2020*

Hos 6:1-6
Mzm 51:3-4,18-21
Luk 18:9-14

*YANG DIBUTUHKAN: KESETIAAN*

_Kasih setiamu seperti kabut pagi, dan seperti embun yang hilang pagi-pagi benar.  -- Hos 6:4_

Saya pernah mengenal anak muda yang begitu luar biasa. Setelah mengikuti Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP), ia menjadi panitia KEP yang begitu bersemangat. Tak segan-segan ia menjemput panitia lain, bahkan peserta KEP, agar setia mengikuti kursus yang diadakan di parokinya. Pelayanannya berhasil membentuk komunitas sel doa.

Beberapa waktu belakangan, ia menerima tawaran pekerjaan yang sangat menantang. Tanggung jawab yang diembannya cukup besar, penghasilannya mengikuti. Kesibukan pekerjaan menyita waktu, bahkan hingga akhir minggu, sehingga komunitas sel yang dibentuknya terpaksa ditinggalkan.

Apakah mendapat pekerjaan yang lebih baik harus ditolak? Tentu tidak. Manusia tak bisa hidup tanpa uang. Pelayanan tidak bisa berjalan tanpa ada dana. Kita harus tetap bekerja agar bisa hidup. Ada ungkapan "jika tak bekerja maka tak boleh makan". Namun, sekali-kali kesetiaan janganlah dilupakan.

Yesus adalah Teladan kita. Apa yang sudah dimulai-Nya, pasti diselesaikan-Nya. Sama seperti Dia, kita dipanggil untuk setia. Kita perlu belajar setia karena kesetiaan adalah buah Roh atau karakter Allah sendiri. Kita dipanggil untuk menjadi Terang dan Garam dunia. Dunia membutuhkan kita. Hal ini harus dibuktikan melalui kesetiaan kita.

Setelah dibaptis, kita diangkat menjadi anak-anak Allah. Melalui kesetiaan, kita akan menjadi ahli waris dalam Kerajaan-Nya kelak. Semangat dalam pelayanan adalah perlu, namun tidak perlu meletup-letup jika akhirnya menjadi padam. (Yo)

_Seberapa setiakah saya pada tugas pelayanan yang Tuhan percayakan?_

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar