Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Selasa,_ *10 Maret 2020*
Yes 1:10,16-20
Mzm 50:8-9,16-17,21,23
Mat 23:1-12
*HANYA PELAYAN*
_Barangsiapa terbesar diantara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. -- Mat 23:11_
Ketika awal saya terlibat dalam pelayanan, saya menjadi orang yang sombong rohani. Saya lebih bangga ketika bertugas di depan sebagai pemimpin pujian atau _singer_ atau membawa firman. Saya selalu menganggap remeh teman-teman yang hanya bertugas di bagian konsumsi, perlengkapan, usher, atau yang lainnya. Saya berpikir bahwa tugas di depan itu lebih terhormat dan terpandang.
Ketika saya mulai terlibat dalam kegiatan gereja pun, saya menemukan beberapa orang yang terkadang begitu bangga nama nya masuk dalam kepengurusan gereja. Tetapi mereka tidak mau bekerja. Ada lagi yang sangat berambisi menjadi dewan paroki. Begitu terpilih justru makin sombong rohani, tetapi setelah lengser justru menjadi malas ke gereja. Hal seperti itu masih saja terjadi sampai sekarang.
Suatu kali saat saya mengikuti rekoleksi tentang pelayanan, saya jadi mengerti bahwa apa yang saya pikirkan selama ini salah. Ternyata kita ini hanyalah pelayan. Pelayan itu tidak perlu sombong, karena kita hanya alatnya Tuhan. Ketika kita dipercaya untuk melayani, ada beberapa hal yang harus kita miliki: hati hamba, kerendahan hati, mengandalkan Tuhan, lemah lembut, mental prajurit, melayani secara _excellent_ (cepat dan tanggap terhadap kebutuhan), bisa dipercaya untuk hal-hal kecil, dan bisa bekerja sama dalam tim. Semestinya kita juga sadar bahwa upah satu dinar itu berlaku untuk semuanya baik kita melayani di depan maupun di belakang layar.
Mari kita bersama, melayani dengan sepenuh hati dan penuh dengan kerendahan hati, dan semuanya bagi kemuliaan Tuhan. (Ar)
_Sudahkah saya melayani dengan sepenuh hati?_
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar