Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Senin,_ *16 Maret 2020*
2Raj 5:1-15a
Mzm 42:2-3; 43:3-4
Luk 4:24-30
*KETIKA IA BERBICARA*
_Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. -- Luk 4:24_
Suatu hari seorang dokter di China ditangkap karena menyebarkan peringatan tentang virus berbahaya menular yang terjadi saat itu. Namun tak ada yang percaya. Entah karena tidak ada bukti atau karena ia hanya dokter biasa dari daerah lokal. Saya membayangkan kalau saja dokter ini berasal dari luar China, apakah akan tetap ditangkap dan tidak dipercaya?
Sama halnya ketika anak saya yang berusia 14 tahun berani mengkoreksi Bahasa Inggris saya yang salah. Jujur saja, saya akui kalau Bahasa Inggris saya tidak bagus. Namun tetap saja ketika seorang bocah ingusan mengkoreksi saya, secara spontan yang ada hanyalah penolakan. Akan sangat berbeda kalau yang mengkoreksi saya adalah seorang guru Bahasa Inggris.
Salah satu halangan terbesar dari penyebaran Injil Allah adalah ketika kita masih melihat siapa yang mewartakan Kabar Sukacita itu. Dari mana asalnya? Bagaimana bibit dan bobotnya? Akibatnya, Injil Kerajaan Allah tidak mendapat tempat dalam hati kita.
Itulah yang Yesus alami. Saat Ia mengatakan kebenaran dan teguran, semua orang dirumah ibadat marah. Mereka merasa bahwa seorang anak tukang kayu tidaklah pantas berkata demikian, sehingga akhirnya mereka tidak mendapatkan rahmat dari berkat-Nya karena menutup hati.
Hari ini kita disadarkan bahwa kita perlu rendah hati untuk mendengarkan suara-Nya. Karena seirngkali Ia berbicara melalui orang yang rendah dan lemah, serta kejadian biasa yang terasa menyebalkan. (Al)
_Apakah saya sering memandang rendah pemberian, perkataan, bahkan teguran dari orang yang saya anggap tidak selevel atau tidak pantas?_
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar