Selasa, 14 April 2020

Rabu, 15 April 2020

Oktaf Paskah
Luk 24,13-35

YESUS BERJALAN BERSAMA-SAMA
Dua murid yang sedang dalam berjalan pulang dari Yerusalem ke Emaus diliputi rasa kecewa, sedih, takut, putus asa, bahkan telah kehilangan iman. Muka mereka muram (ay.17). Semula, mereka sangat optimis dan penuh harap pada Yesus (ay.19.21). Namun, itu semua telah hancur tanpa bekas setelah Yesus dihukum mati dan disalibkan (ay.20). Beberapa kesaksian yang mereka dengar bahwa Yesus telah bangkit dan hidup (ay.23) tidak mampu membangkitkan kembali iman dan harapan mereka. Dalam suasana seperti itulah, mereka kembali ke kampung halaman.
Suasana hidup seperti Kleopas dan temannya itu, kurang lebih juga sedang kita alami berhadapan dengan wabah covid-19 yang sedang melanda kita. Tentu saja, kita tidak atau jangan sampai putus asa, apalagi kehilangan iman. Namun, kadang kita merasa takut, bosan dan lelah. Kita bosan sudah berminggu-minggu hanya berada di rumah. Para orang tua ada yang kelelahan karena harus mendampingi anak-anak belajar. Namun, dalam suasana seperti ini, kita mesti tetap percaya bahwa Tuhan datang, mendekati kita, dan berjalan bersama-sama dengan kita (ay.15). Dengan penuh perhatian, Ia mendengarkan semua keluh-kesah yang panjang lebar kita sampaikan kepada-Nya (ay.18-24), baru kemudian menanggapinya (ay.25-27). Oleh karena itu, inilah yang mesti kita jadikan keyakinan kita: Tuhan tidak membiarkan kita sendirian. Ia hadir dan berjalan bersama kita, Ia mendengarkan keluh-kesah dan doa-doa kita. Kemudian, akan tiba saatnya pula, Ia menanggapi: menjadikan hati berkobar-kobar dan hidup kita penuh semangat (ay.32) untuk kembali ke Yerusalem, yakni menjalani kembali kehidupan kita seperti sedia kala: berkumpul (ay.33-35), bekerja, belajar, dll. --
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar