Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Jumat,_ *24 April 2020*
Kis 5:34-42
Mzm 27:1,4,13-14
Yoh 6:1-15
*HUBUNGAN TANPA SYARAT*
_Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia. -- Yoh 6:14_
Apakah untuk membangun kepercayaan kepada Tuhan harus selalu dibuktikan dengan adanya mukjizat? Iman yang terus-menerus dipelihara -- sekalipun ada yang kita imani itu belum atau bahkan tidak terwujud, namun tetap bertahan di dalamnya -- itulah iman yang dewasa, iman yang tidak menuntut pembuktian.
Saya sangat suka mendengarkan kotbah dari _Youtube_ sebagai tambahan wawasan ataupun semangat dan gelora hati saya kepada Tuhan. Dalam suatu kotbah, dikatakan bahwa jika kita mengimani sesuatu dan terus memelihara iman itu, sekalipun Tuhan tidak mengabulkannya. Hal itu jauh lebih baik, dibanding kita jadi mudah ragu dan karena doa tidak terkabul malah berhenti berdoa.
Kotbah tersebut sangat menguatkan saya dan ketika saya praktekkan, meski betul apa yang saya doakan dan harapkan belum terwujud, tetapi saya belajar untuk setia dan terus percaya kepada Tuhan. Dari usaha itu, terbangun harapan, semangat, dan gelora yang semakin membakar hati saya untuk terus mencintai Tuhan. Pada akhirnya, saya merasakan damai dan bahagia yang tidak dapat tergantikan oleh apapun.
Iman menghasilkan kesetiaan kepada Tuhan. Kesetiaan akan membawa hubungan dengan Tuhan yang semakin dalam, sehingga tidak ada lagi tuntutan atau syarat dalam hubungan tersebut. Apapun yang dialami tidak akan merusak tali kasih dengan-Nya. (In)
_Terima kasih Tuhan untuk besarnya kasih yang Engkau berikan dan sediakan bagiku._
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar