Sabtu, 04 April 2020

Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Minggu,_ *05 April 2020*

*Hari Minggu Palma Mengenang Sengara Tuhan*

Yes 50:4-7
Mzm 22:8-9,17-20,23-24
Flp 2:6-11
Mat 26:14 -- 27:66

*SENGSARA YANG BERDAMPAK*

_Ya Bapa-Ku, jikalau cawan ini tidak mungkin berlalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendakMu.  -- Mat 26:42_

Ana adalah putri kedua dari tiga bersaudara. Sejak duduk di bangku kuliah, Ana sering membangkang terhadap orang tua. Pulang sampai larut malam tanpa pemberitahuan kepada orang rumah, sebagai salah satu contohnya. Berkali-kali ia dinasehati bahkan dimarahi orang tuanya, namun semua itu nampaknya sia-sia.

Suatu hari Ana datang kepada orang tuanya bahwa ia mengandung dan mempertimbangkan untuk menggugurkan kandungannya. Sebagai keluarga Katolik, keluarganya menolak aborsi. Sang kakak bersedia menerima bayi itu jika Ana tidak menghendakinya.

Tahun demi tahun berlalu, akhirnya Ana jatuh sakit keras. Menurut info dokter yang menanganinya, sel darah putihnya semakin hari semakin berkurang. Beberapa hari sebelum meninggal, di atas ranjang rumah sakit, Ana meminta maaf kepada seluruh anggota keluarganya. Persatuan dan cinta kasih keluarga yang sejati terjadi mulai saat itu dan berlangsung sampai sekarang.

Setiap orang pasti mengalami saat-saat yang tidak menyenangkan, entah itu sakit, kesulitan ekonomi, keluarga tidak harmonis, tidak dimengerti, tersingkirkan, tidak dianggap, dan lain-lain. Persembahkanlah segala kesengsaraan tersebut kepada Tuhan Yesus. Jadikanlah silih atas segala dosa. Nantikanlah, dampak dari kesengsaraan seperti itu akan besar. (Yo)

_Apakah saya mempersembahkan semua kesulitan saya kepada Tuhan?_

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar