Minggu, 3 Mei 2020 (+ Senin)
Minggu Pasksh IV - Minggu Panggilan
Setelah seminggu kemarin kita diteguhkan dengan jaminan Tuhan melalui kehadiran-Nya sebagai Roti Hidup, hari ini kita kembali diteguhkan pemeliharaan Tuhan melalui kehadiran-Nya sebagai gembala yang baik dan sebai pintu. Marilah, kita juga meluangkan waktu secukupnya untuk membaca Injil Yohanes 10, 1-18. Injil Minggu besuk memang hanya sampai ayat 10 sedangkan yang ayat 11 sampai 18 untuk hari Senin. Namun, saya mengusulkan untuk digabung sekalian dan kita jadikan bahan permenungan untuk 2 hari, Minggu dan Senin. Sebab, kalau kita hanya membaca ayat 1-10, mungkin kita akan mengalami seperti apa yang tertulis dalam ayat 6: "tidak mengerti apa maksudnya". Dengan membaca secara keseluruhan, harapannya kita bisa lebih mudah mengerti. Apalagi, penegasan bahwa Yesus adalah gembala yang baik baru disampaikan secara eksplisit pada ayat 11 dan 14 ketika Yesus berkata: "Akulah gembala yang baik." Pada ayat-ayat sebelumnya, Yesus berbicara sebagai pintu: "Akulah pintu" (ay. 7 dan 9).
Kita baca pelan-pelan teks Injil dengan bersuara. Sambil membaca, kita dengarkan suara kita sendiri, seolah-olah kita mendengarkan Yesus sendiri yang berkata. Kita rasakan, betapa bersyukur dan gembiranya perasaan kita ketika Yesus memanggil nama kita (ay. 2 dan 14), ketika Ia membimbing kita (ay. 4), dan lebih-lebih ketika Ia menyerahkan nyawa-Nya demi kita (ay. 11). Sebagai pintu, Ia juga melindungi kita dan membuat kita selalu merasa aman. Di dalam Dia, kita aman dan melalui Dia, kita dipersatukan dengan Bapa.
Kemudian, kita lihat juga diri kita sambil bertanya: kalau Yesus adalah gembala yang baik, apakah aku juga domba yang baik? Domba yang baik berarti selalu mendengarkan dan mengenal suara-Nya dan mengikuti tuntunan-Nya (ay. 3 dan 4) bukan malah mendengarkan dan mengikuti suara asing, yakni godaan dan bujuk rayu roh jahat (ay. 5). Selalu merasa aman dalam penggembalaan-Nya, bukan malah membiarkan diri kita, hati dan pikiran kita dicuri oleh roh jahat (ay. 10). Selalu cinta damai dan hidup dalam persekutuan yang rukun, bukan malah suka memecah belah dan mencerai-beraikan kehidupan bersama (ay. 12).
Kalau dikaitkan dengan Minggu Panggilan, pada masa kini, kehadiran Tuhan dalam Roti Hidup dan sebagai Gembala yang Baik, tampak dalam diri orang-orang yang secara khusus dipanggil-Nya untuk menjadi gembala. Oleh karena itu, baik juga kalau kita secara khusus bersyukur kepada Tuhan atas anugerah para imam bagi Gereja-Nya sekaligus mohon agar untuk waktu-waktu ke depan, Tuhan juga memberikan gembala-gembala yang baik pada kita. Kita doakan pula agar para imam dapat sungguh-sungguh meneladan Yesus sebagai gembala yang lain. Kita doakan secara khusus para imam yang oleh Tuhan telah dan pernah diutus untuk memberikan berkat khusus kepada kita: memberkati pernikahan kita, membaptis kita atau anak-anak kita, menghantarkan orangtua atau saudara kita saat menghadap Tuhan, mendoakan kita secara khusus saat kita sedang sakit, dll. Semoga, mereka yang sudah meninggal berbahagia abadi di surga dan yang masih melayani di dunia dianugerahi kesetiaan dan karunia sebagai gembala yang baik.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar