Sabtu, 06 Juni 2020

Renungan Harian

Kencan Dengan Tuhan
Minggu, 7 Juni 2020

Bacaan: Amsal 4:23  "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."

Renungan:
  Suatu ketika sebuah desa kecil di Afrika terjangkit sebuah wabah yang membuat anak-anak dan orang dewasa menderita sakit dan pada akhirnya menyebabkan kematian. Berita tentang wabah ini sampai ke ibukota sehingga para ahli kesehatan menyelidiki penyebab dari wabah tersebut. Ternyata penyebab dari wabah itu berasal dari sumber mata air di desa tersebut yang tercemar oleh bangkai seekor induk babi dan beberapa anaknya yang menyangkut di dalam dasar mata air. Setelah bangkai-bangkai babi tersebut diangkat, mata air tersebut kembali layak untuk dikonsumsi. 
  Ada persamaan antara mata air yang tercemar itu dengan hati kita. Hati kita mengalirkan apa yang tersimpan di dalamnya. Jika di hati tersimpan hal-hal yang baik, manis dan membangun, maka kata-kata yang keluar dan perilaku kita akan baik, manis dan membangun. Sebaliknya jika hati kita dipenuhi oleh rasa iri, benci, dendam, mengasihani diri sendiri, akar kepahitan, egois dan sebagainya, maka sikap, perkataan dan perbuatan kita otomatis memancarkan hal-hal tersebut. 
  Saat ini mungkin tanpa disadari jiwa kita sedang sakit bahkan sekarat karena wabah yang diakibatkan oleh bangkai iri hati, dendam, sombong, kepahitan, merasa diri paling benar, egois dan sebagainya. Jangan biarkan bangkai-bangkai itu menghimpit dan mencemari hidup kita. Mintalah agar Roh Kudus menunjukkan jenis bangkai itu dan biarkan Dia dengan leluasa mengoreksi dan membersihkan dasar hati kita. Pastikan bahwa pembersihan itu berlangsung tuntas. Ingatlah, mungkin sudah banyak orang-orang di sekitar kita yang menjadi korban karena racun dari diri kita, sehingga mereka tidak lagi merasa nyaman dengan kehadiran kita. Kalau anak-anak sudah mulai tidak betah di rumah karena orang tua yang selalu bertengkar, sadarilah itu. Kalau istri atau suami mulai bersikap dingin, sadarilah itu. Kalau orang tua mulai kecewa dengan anak-anaknya, sadarilah itu. Marilah kita mohon agar Roh Kudus memerbaharui hati kita dengan hati yang baru. Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, pulihkanlah hatiku. Gantilah hatiku dengan hatiMu, pikiranku dengan pikiranMu, perasaanku dengan perasaanMu dan perkataanku dengan perkataanMu sendiri, sehingga kehadiranku dapat dirindukan oleh banyak orang sebagaimana Engkau senantiasa menjadi kerinduan banyak jiwa. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar