Senin, 16 Juli 2018

Selasa 17 Juli 2018
Hari Biasa, Pekan Biasa XV

Bacaan 1 : Yes  7:1-9
Mazmur : Mzm  48:2-3a.3b-4.5-6.7-8
Injil : Mat  11:20-24

Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya. (Mat 11,20)

Kalau kita menanam pohon buah, kemudian dengan tekun memupuk, menyirami, dan menyiangi, tentu kita berharap agar pada saatnya pohon tersebut menghasilkan buah. Demikian pula, ketika kita mendidik anak-anak dan menanamkan segala hal yang baik kepada mereka, kita pun mengharapkan agar mereka tumbuh dan berkembang menjadi baik. Hal yang sama juga diharapkan oleh Yesus. Ia membuat banyak mukjizat, bukan untuk unjuk kebolehan dan mendapatkan pujian tetapi agar orang-orang yang melihat dan mengalami mukjizat-Nya menjadi percaya, bertobat, dan berubah menjadi baik. Jadi, melalui mukjizat-mukjizat yang dibuat-Nya, kita sebenarnya menerima rahmat yang berlipat: pertama, rahmat langsung dari mukjizat itu (kesembuhan, pembebasan); kedua, rahmat pertobatan karena mukjizat itu mengundang kita untuk bertobat, untuk hidup lebih baik; ketiga, rahmat keselamatan sebagai buah dari penebusan Kristus yang kita tanggapi dengan pertobatan. Hal ini dapat juga kita terapkan dalam relasi kita dengan sesama. Kalau kita menerima "mukjizat" berupa kebaikan dari orang lain, maka kita pun mestinya berusaha untuk berubah menjadi lebih baik dan mau berbagi kebaikan juga kepada orang lain. Kita mensyukuri kebaikan itu dengan berbagi hal-hal baik, bukan malah  menjadi tergantung dan memanfaatkan kebaikan orang lain tersebut.

Doa: Tuhan, semoga setiap kebaikan yang kami terima selalu mendatangkan niat dan usaha kami untuk terus-menerus bertobat dan memperbaiki diri. Amin. -agawpr-

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar