Jumat, 03 Agustus 2018

Ahikam Bin Safan
(RD Josep Susanto)

Nama Ahikam Bin Safan mungkin pertama kali Anda dengar. Sedikit sekali yang mengenal dirinya.

Mungkin kalau nama ini dijadikan quiz Kitab Suci, tidak banyak yang menjawab dengan benar.

Ahikam bin Safan adalah orang benar yang muncul dalam Kitab Yeremia dan perannya sangat menentukan.

Ayahnya bernama Safan, dia jauh lebih sering disebut dalam Kitab Tawarik dan Raja-Raja. Safan dan keturunannya adalah seorang panitera atau juru tulis kerajaan.

Tokoh Safan muncul ketika Imam Hilkia menemukan Kitab Taurat (yang telah lama hilang) ketika Bait Allah diperbaiki. Ia menyerahkan kitab itu kepada Safan. Safan membacanya dan menyerahkan kepada Raja Yosia.

Begitu Raja membacakan Taurat di depan seluruh rakyat, muncullah kebangkitan rohani besar-besaran saat itu.

Namun begitu Raja Yosia mati di usia muda, demikian juga Safan dan Imam Hilkia, bangsa Israel kembali menjadi jahat.

Diceritakan dalam menjalani tugas kenabiannya, nabi Yeremia menghadapi masa-masa yang sulit.

Yeremia ditugaskan oleh Allah untuk mempertobatkan bangsa Israel dari segala dosa mereka. Sebab kalau Israel tidak bertobat, mereka akan lemah dan hancur.

Namun pada saat itu bangsa Israel tidak mau mendengarkan nubuat Yeremia ini. Mereka malahan menolak dan mengusir nabi Yeremia.

Yeremia tidak menyerah. Allah menugaskan Yeremia untuk tetap mewartakan nubuat pertobatan itu.

Tetapi sayang sekali, bangsa Israel semakin jahat dan semakin membenci Yeremia. Terutama setelah Yeremia menubuatkan kehancuran Yerusalem kota suci mereka.

Mereka menjadi murka, harga diri mereka terusik. Maka dari itu mereka mencoba membunuh dan melenyapkan Yeremia.

Di bacaan pertama hari ini, Yeremia ketika hendak dibunuh, ia menyampaikan pembelaannya. Yeremia mencoba meyakinkan bangsanya bahwa pesan yang ia sampaikan sungguh-sungguh dari Allah.

Ketika rakyat semakin marah dan menolak, muncullah Ahikam Bin Safan (anak dari Safan) di hadapan orang banyak. Seperti ayahnya, Ahikam juga seorang juru tulis kerajaan.

Ia menyadari bahwa perkataan Yeremia adalah benar, sungguh sungguh dari Allah.

Dari keluarga Safan, sebetulnya ada 2 keturunannya lagi yaitu Gemarya dan Gemalya. Mereka berdua juga diceritakan berperan menyelamatkan nabi Yeremia dari penganiayaan bangsa Israel.

Keluarga Safan akan selalu dikenang karena tindakan kebaikan ini.

Semoga keluarga-keluarga kita pjn juga demikian, dikenang, diingat orang karena kebaikannya.

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar