Jumat, 03 Agustus 2018

Sabtu, 04 Aug 2018
PW S. Yohanes Maria Vianney, Imam
Hari Biasa, Pekan Biasa XVII

Bacaan 1 : Yer  26:11-16.24
Mazmur : Mzm  69:15-16.30-31.33-34
Injil : Mat  14:1-12

Mungkin kita pernah dihantui perasaan bersalah karena sesuatu hal yang terjadi pasa masa lalu ataupun karena kita barusaja melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hati nurani. Hal ini dialami oleh Herodes. Ia dihantui oleh rasa bersalah karena telah membunuh Yohanes Pembaptis. Meskipun ia mempunyai harta dan kuasa, namun tidak memiliki kejernihan dan kedamaian hati. Kehadiran Yesus yang mestinya mampu memberikan kedamaian hati, sebagaimana dialami oleh para pemungut cukai, orang-orang sakit, dan orang-orang berdosa lain yang diampuni-Nya, tidak punya makna baginya. Mengapa? Karena ia tidak mau membuka hati untuk menerima kehadiran Yesus dan rahmat serta kedamaian yang dibawa-Nya. Padahal, bagi kita, rahmat dan pengampunan-Nya, tidak hanya membebaskan kita dari perasaan bersalah, tetapi juga memampukan kita untuk mengupayakakan kekudusan, baik dalam pikiran maupun kehendak, baik dalam kata-kata maupun tindakan. Rahmat Tuhan memampukan kita untuk melawan rasa takut dan mengatasi setiap cobaan untuk berkompromi dengan roh jahat. Untuk itu, seraya menyadari kerapuhan kita, termasuk kesalahan-kesalahan di masa lampau, marilah kita senantiasa membuka diri pada kehadiran dan rahmat Tuhan. Ia berkenan membebaskan kita dari dosa dan kesalahan, serta membantu kita untuk memperbaiki hidup terus-menerus.

Doa: Tuhan, bukalah hati kami untuk menerima kehadiran dan rahmat-Mu selalu. Amin. -agawpr-

=====

Do you ever feel haunted by a past failure or a guilty conscience? King Herod, the most powerful and wealthy man in Judea, had everything he wanted, except a clear conscience and peace with God. The Lord Jesus gives grace and help to the humble, to those who acknowledge their weaknesses and their sinfulness, and who look to God for his mercy and pardon, wisdom and strength. His grace and pardon not only frees us from a guilty conscience, it enables us to pursue holiness in every area of our lives, in our thoughts and intentions as well as our words and actions. God's grace enables us to fight fear with faith and to overcome the temptation to compromise good with evil. Do you rely on God's grace and help to choose his way of holiness and to reject whatever would weaken your faith and loyalty to Jesus Christ?

"Heavenly Father, form in me the likeness of your Son Jesus that I may imitate him in word and deed. Help me to live the gospel faithfully and give me the strength and courage I need to not shrink back in the face of hardship and temptation."

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar