Minggu, 09 September 2018

BKSN KAJ 2018 – PERTEMUAN KE-2

MENGATASI KONFLIK DALAM PERKAWINAN:
KISAH PASUTRI DALAM KITAB SUCI

1. Pengantar
Dari pertemuan ini , kita akan belajar dari pasangan suami isteri dalam Kitab Suci, yai
 Tobit-Hana (Tobit 2:9-14c). Pasangan ini berhasil mengatasi konflik sebagai suami isteri. Penyebab konflik di antara mereka adalah   suami melakukan kesalahan yang melukai pasangannya.

2. Penjelasan Tobit 2:9-14c

9-10 - Tobit mengalami kecelakaan tak terduga. Tahi burung jatuh persis di matanya sewaktu berbaring dekat pagar tembok rumahnya. Hidupnya hancur dan tidak mampu lagi menafkahi keluarga.

11-12     -  Isteri Tobit (Hana) berperan sebagai tulang punggung keluarga. Ia rela bekerja keras, pagi, siang, maupun malam demi  menafkahi keluarganya. Ia tidak mengeluh  dan tidak keberatan melakukan semuanya.

13 -  Hana mendapat upah dan tambahan berupa seekor anak kambing. Awal konflik sebagai suami isteri. Tobit yang hancur menjadi pribadi sensitip, negatip, dan pemarah. Ia menjadi rendah diri.

14a -  Pembelaan Hana: “Kambing itu diberikan kepadaku sebagai tambahan upahku.”

14b -  Ketidakpercayaan Tobit, Ia menjadi curiga dan menuduh isterinya mencuri kambing.

14c -  Isterinya marah dan menyadarkan Tobit.

3. Sumber Konflik Suami-isteri
a. Penghasilan: sangat kurang atau jomplang. b. Agama 
c. Tidak punya keturunan                              . d. Mertua/Ortu: ikut campur urusan.
e. Kehadiran wil/pil/perselingkuhan            . f. Perbedaan kepribadian
g. Sex                              h. Kurang /tidak ada komunikasi

4. Menyelesaikan konflik
Fasilitator diharapkan memberikan motivasi kepada peserta untuk berbagi pengalaman tentang mengelola dan menyelesaikan konflik yang terjadi dalam hidup perkawinan mereka masing-masing

5. Membangun niat
Membuat niat sesuai dengan peran masing-masing demi mengutamakan keluarga yang rukun, damai, dan katolik.

MS,9 Sept 2018,www.berkat.id

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar