Kencan Dengan Tuhan
Senin, 10 September 2018
Bacaan: Matius 9:11-12 Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.
Renungan:
Suatu hari Yesus diundang oleh Matius si pemungut cukai yang dipandang sebagai orang berdosa, karena pekerjaannya sebagai pemungut cukai. Di rumah Matius inilah Yesus makan bersama dengan pemungut cukai lainnya dan orang-orang berdosa. Melihat pemandangan ini, orang-orang Farisi langsung tergelitik mata dan hatinya untuk menghakimi Yesus dan murid-muridNya. Mereka sudah terbiasa melihat serta menilai sesuatu dari sisi buruknya, bahkan terkesan orang-orang ini selalu mencari-cari kesalahan orang lain. Mereka tidak dapat melihat sisi positif dari apa yang Yesus lakukan saat itu.
Kebiasaan menilai seseorang dan segala sesuatu dari sisi buruknya, sudah menjadi tabiat manusia. Agak sulit bagi kita untuk bisa melihat dan mengabadikan kebaikan seseorang di dalam hati kita, akan tetapi begitu mudah menemukan kesalahannya serta menyimpannya di dalam ingatan.
Marilah kita belajar untuk tidak menjadi juri sekaligus hakim bagi sesama kita, karena kita pun tidak luput dari kesalahan. Sekali kita mengembangkan kebiasaan melihat yang buruk dalam diri sesama, maka kita akan terus melakukannya dan mata kita akan semakin tertutup untuk hal-hal baik yang sebenarnya dimiliki sesama. Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, ubahlah cara penilaianku terhadap sesamaku, agar aku tidak cepat melihat kekurangan sesamaku lalu menghakiminya. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar