Kamis, 20 September 2018
Hari Biasa XXIV
1Tim. 4:12-16; Mzm. 111:7-8,9,10; Luk. 7:36-50.
"Engkau lihat perempuan ini? ... Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih." (Luk 7,44a.47)
Salah satu ciri roh jahat adalah ingin agar perbuatannya disembunyikan sehingga tidak diketahui oleh siapa pun. Maka, salah satu kecenderungan orang yang telah berdosa atau bersalah adalah berusaha untuk menutupi dosa atau kesalahannya itu. Bahkan untuk datang mengaku dosa kepada imam saja, ada rasa enggan, padahal jelas rahasianya terjamin. Seorang imam yang membocorkan rahasia pengakuan dosa terkena hukuman ekskomunikasi latae sententiae (lih. Kan. 1388), yakni sanksi yang langsung kena. Untuk itu, marilah kita belajar dari perempuan pendosa ini. Kendati ada orang banyak, Ia tidak takut untuk datang kepada Yesus dengan cucuran air mata penyesalan atas dosa-dosanya. Yesus pun tidak menolak, juga tidak marah, tetapi menerimanya dengan penuh kasih. Di sini, kita bisa melihat hubungan timbal balik antara kasih dan pengampunan dosa. Di satu sisi, belas kasih Tuhan yang tidak berkurang oleh karena dosa dan kesalahan kita, tetapi justru selalu mengampuni, hendaknya semakin mendorong kita untuk mengasihi secara konkret. Di sisi lain, kasih yang kita lakukan itu juga mendatangkan pengampunan dari Tuhan. Semakin banyak kita mengasihi, Tuhan pun semakin bermurah-hati untuk mengampuni dosa-dosa kita. Dan tentunya, semakin banyak berbuat kasih, kita juga akan semakin sedikit berbuat dosa. Untuk itu, marilah kita mohon rahmat kepada Tuhan agar kita dimampukan untuk semakin banyak berbuat kasih sebagai silih atas dosa-dosa kita. St. Paulus menegaskan bahwa, "Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesamanya" (Rm 13:10).
Doa: Tuhan, semoga kami sadar akan belas kasih dan pengampunan-Mu sehingga tidak takut untuk mengaku dosa dan semakin banyak berbuat kasih. Amin. -agawpr-
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar