Kencan Dengan Tuhan
Rabu, 26 September 2018
Bacaan: Mzm 139:13-14 "Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya."
Renungan:
Seorang wanita pernah bercerita, "Dulu badan saya gemuk, apalagi ditambah dengan pipi yang padat berisi. Saya tidak pernah bergaul dengan anak-anak lain. Ibu saya adalah seorang yang kolot. Menurutnya pakaian yang baik adalah pakaian yang longgar-longgar dan bukan yang ketat atau modis. Saya tumbuh menjadi orang yang sangat pemalu dan sulit bergaul. Setelah dewasa saya menikah dengan seorang pria yang usianya jauh lebih tua daripada saya. Kecemasan dan perasaan cepat tersinggung menguasai diri saya. Saya ingin menjauh dari semua orang. Suatu hari mertua saya menceritakan bagaimana ia mendidik anak-anaknya untuk menjadi diri mereka sendiri. "Menjadi diri sendiri!" Kata-kata itulah yang mengubah hidup saya. Saya sadar bahwa selama ini saya telah menyiksa diri saya dengan perasaan-perasaan tidak puas terhadap diri sendiri dan usaha untuk menjadi orang lain. Sejak saat itu saya berusaha mengenali siapa saya dan apa kelebihan-kelebihan yang saya miliki dan bisa dikembangkan. Lama kelamaan saya merasakan dan menikmati kebahagiaan."
Kebiasaan untuk menjadi orang lain terbukti telah membunuh kehidupan banyak orang dan melenyapkan ketenangan serta kebahagiaan yang mestinya dapat mereka nikmati. Tidak mau menjadi diri sendiri juga dapat menimbulkan penyakit-penyakit kejiwaan yang merugikan orang yang bersangkutan. Kita perlu menyadari bahwa di dunia ini tidak ada dua orang yang persis sama. Alkitab menunjukkan begitu banyak karakter dan kepribadian orang yang dapat kita temukan di dalamnya. Mereka semua berharga dan mulia di mata Tuhan. Tuhan ingin agar di dalam keberagaman itu, kita dapat mengembangkan kekuatan yang ada di dalam diri kita masing-masing tanpa harus menjadi seperti orang lain.
Sebuah ungkapan mengatakan, "Jika engkau tidak bisa menjadi pinus di puncak bukit, jadilah belukar di lembah, tetapi jadilah belukar yang indah." Keinginan untuk menjadi orang lain merupakan tindakan penyiksaan diri, jadilah dirimu sendiri dan engkau akan menikmati kepuasan dan kebahagiaan. Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, ajarilah aku bersyukur atas keberadaan diriku, sehingga aku tidak berusaha untuk menjadi seperti orang lain. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar