Selasa, 04 September 2018

Kencan Dengan Tuhan
Rabu, 5 September 2018

Bacaan: 1 Samuel 1:28 Maka aku pun menyerahkannya kepada TUHAN; seumur hidup terserahlah ia kiranya kepada TUHAN." Lalu sujudlah mereka di sana menyembah kepada TUHAN.

Renungan:
  Samuel lahir sebagai hasil dari perjuangan doa Hana, jadi dapat dibayangkan betapa berharganya anak itu baginya. Tetapi sesuai dengan apa yang sudah ia nazarkan bahwa ia akan menyerahkan anak itu kepada Tuhan, maka Hana pun pergi ke Silo dan menyerahkan Samuel yang baru saja disapih. Hana tidak hanya berani meminta, tetapi dia juga berani memberi kepada Tuhan sesuai dengan janjinya. Ia bisa saja memutuskan nazarnya secara sepihak dengan tidak menyerahkan anaknya, namun ia tidak melakukannya. Hana berani mengorbankan miliknya yang begitu berharga dan begitu dikasihinya.
  Pengorbanan Hana mengajarkan kepada kita bahwa:
1. Semua yang kita punya berasal dari Tuhan. Hana tahu bahwa ia tidak mungkin mendapatkan Samuel kalau bukan karena anugerah kasih Tuhan. Sekalipun itu adalah anak yang ia lahirkan, tapi Hana mengerti bahwa anak tersebut hanya dipercayakan Tuhan padanya. Tuhan yang berhak terhadap anak tersebut dan kehendak Tuhan saja yang jadi atasnya.
2. Kita harus menepati nazar yang sudah diucapkan kepada Tuhan. Berjanji kepada manusia saja harus ditepati, apalagi berjanji kepada Tuhan. Hana bernazar untuk menyerahkan anaknya, dan ia menepati janjinya karena ia sendirilah yang membuat nazar. Oleh sebab itu, kalau kita harus menazarkan sesuatu kepada Tuhan, janganlah bernazar sembarangan yang akhirnya tidak dapat ditepati.
  Marilah kita mengingat-ingat apakah kita pernah bernazar atau mengucapkan janji kepada Tuhan yang belum kita tepati. Mungkin hal itulah yang membuat hidup kita saat ini berjalan tidak seperti yang kita harapkan karena ternyata ada janji yang belum kita tepati terhadap Tuhan. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, ampunilah aku karena aku pernah mengucapkan suatu janji padaMu namun sampai saat ini janji itu belum kulaksanakan. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar