Kamis, 25 Okt 2018
Hari Biasa XIX
Ef. 3:14-21; Mzm. 33:1-2,4-5,11-12,18-19; Luk. 12:49-53.
"Aku datang melemparkan api ke bumi, dan betapa Kudambakan agar api itu selalu menyala!" (Luk 12,49)
Kita tahu bahwa api mempunyai banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah untuk memurnikan, seperti misalnya dalam proses pemurnian emas dan perak (Mal 3:3). Emas dari alam biasanya tidak murni karena masih tercampur dengan logam lain sehingga keras, tidak lentur, sulit dibentuk dan mudah berkarat. Oleh karena itu, perlu adanya proses pemurnian dalam api supaya menjadi emas murni yang lunak, lentur, dan bebas dari karat atau zat-zat lain.
Dalam Injil, Yesus menyatakan bahwa Ia datang membawa api dan menghendaki agar api itu terus menyala dalam diri kita. Nyala api itu, selain mengobarkan semangat beriman kita, juga memurnikan kita dari segala dosa yang mengotori hidup, misalnya pikiran, perasaan, prasangka, niat, nafsu, dan sifat buruk. Kita diharapkan terus-menerus memurnikan diri, membakar dan memusnahkan hal-hal negatif dalam diri kita. Proses pemurnian diri ini seringkali tidak mudah dan bukan tanpa pertentangan karena kita harus melawan dan menaklukkan hawa nafsu dan keinginan yang tidak baik. Namun, kalau kita tekun melakukannya, hidup kita akan berkualitas emas.
Doa: Tuhan, bantulah kami untuk terus-menerus memurnikan diri dari dosa yang diakibatkan oleh pikiran, perasaan, prasangka, niat, nafsu dan sifat buruk kami. Amin. -agawpr-
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar