Mutiara Iman
PERKAWINAN DAN ANAK-ANAK
7 Oktober 2018
“Apa yang DIPERSATUKAN ALLAH, jangan diceraikan manusia” (Mrk 10:9)
Lectio
Kej 2:18-24; Mzm 128:1-2,3,4,5-6; Ibr 2:9-11; Mrk 10:2-16
Setelah menikah selama 3 tahun dan memiliki 1 anak, Edward menjadi sibuk sekali bekerja dengan alasan demi keluarga. Namun Esther merasa suaminya sudah tidak memperhatikannya lagi.
Suatu pagi ketika Edward hendak bermain tenis, Yakub anaknya bertanya :
”Papa, ayo ke gereja sama-sama lagi.”
Edward memandang anaknya lalu berkata :
”Papa sibuk! Nanti kalau sudah tidak sibuk lagi.”
Siang harinya setelah misa Esther ditelpon teman Edward, bahwa achiless suaminya putus, dan sekarang berada di Rumah Sakit. Mendengar itu Esther dan Yakub pun bergegas ke Rumah Sakit.
Ketika tiba mereka melihat kaki Edward, dan Yakub berkata :
”Nah sekarang papa sudah tidak sibuk lagi. Jadi bisa ke gereja.” Mendengar itu maka meneteslah air mata Edward, lalu memeluk anaknya dan berkata kepada isterinya :
”Esther, memang anak adalah tanda KASIH kita dan dimana Tuhan hadir. Kita patut bersyukur karena Yakub, maka Tuhan hadir di keluarga kita dan menegor setiap kesalahan yang diperbuat.”
Mendengar itu, Estherpun segera memeluk suaminya sambil berkata :
”Terima kasih Tuhan. Terima kasih Yakub.”
Yesus berkata kepada orang Farisi :
”Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, jangan diceraikan manusia.”
Hidup PERKAWINAN adalah KEKAL di hadapan Allah.
Oratio
Ya Tuhan, berkatilah selalu hidup perkawinan kami. Amin
Missio
Marilah kita hidup penuh kesetiaan pada perkawinan kita seperti pada Allah.
Have a Blessed Sunday.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar