Mutiara Iman
RENDAH HATI DI HADAPAN ALLAH
3 Oktober 2018
“Aku tidak dapat percaya, bahwa Ia sudi mendengarkan suaraku” (Ayb 9:16)
Lectio
Ayb 9:1-12,14-16; Mzm 88:10 bc-11,12-13,14-15; Luk 9:57-62
Sebelum mengikuti retreat, Indra menjemput James di kantornya. Di sepanjang perjalanan, James bercerita bagaimana perusahaanya tumbuh dan dia mendapatkan bonus besar, pergi ke luar negeri dsb. Mendekati tempat retreat, James berkata :
“Enak banget kalau bisa kaya bos gua. Mobilnya keren! Eh kok lu diem terus sih Dra?”
Jawab Indra :
”Bro, kita sekarang mau retreat, dimana kita seharusnya DIAM dan MENDENGARKAN Sabda Allah, apakah Rencana-Nya dalam kehidupan kita supaya kita bersama-sama membangun kerajaan-Nya di bumi ini, bukan kerajaan DUNIA.”
Mendengar itu terdiamlah James lalu berkata :
”Apa yang mesti gua lakukan?”
Jawab Indra :
”Rendah hatilah di hadapan Allah, sehingga kita mampu mendengar SUARANNYA.”
James bertanya :
”Bagaimana suara Tuhan bisa terdengar?”
Jawab Indra :
”Dalam KEHENINGAN.”
Ayub berkata :
”Bila aku berseru, Ia menjawab; aku tidak dapat percaya, bahwa Ia sudi mendengarkan suaraku.”
KERENDAHAN HATI dan KETAATAN adalah ciri anak-anak Allah.
Oratio
Ya Tuhan, bersabdalah, hamba-Mu mendengarkan. Amin
Missio
Marilah kita hidup dalam ketaatan seperti Ayub.
Have a Blessed Wednesday.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar