Rabu, 3 Okt 2018
Pekan Biasa XXVI
Ayb. 9:1-12,14-16; Mzm. 88:10bc-11,12-13,14-15;Luk. 9:57-62.
"Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya." (Luk 57,62)
Tuhan menciptakan dunia dan segala isinya dengan cinta kasih yang begitu besar. Untuk masing-masing tidak hanya disediakan makanan dan minuman, tetapi juga tempat tinggal yang cocok. Burung-burung diberinya kebebasan membuat sarang pada dahan atau ranting pepohonan, tempat di mana mereka tinggal, bertelur, memeram dan menafkahi serta membersarkan anak-anaknya. Demikian pula, sebagaimana disebutkan dalam Injil, serigala mempunyai liang untuk fungsi yang sama. Namun, justru untuk Anak Tunggal-Nya sendiri, yakni Yesus Kristus, Ia tidak memberi-Nya tempat yang mapan. Memang, bagi-Nya telah diberikan rahim Santa Perawan Maria dan rumah pada keluarga Yusup. Dalam karya-Nya, kemungkinan Ia juga mempunyai rumah di Kapernaum (Mrk 2,1). Meskipun demikian, Ia lebih banyak mengembara dari kota ke kota dan dari desa ke desa (Luk 8,1). Itulah makanya, Dia mengatakan kalau tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalanya. Dengan mengatakan hal itu, Yesus sebenarnya meminta kepada kita masing-masing untuk senantiasa membuka rumah kita bagi-Nya, mempersilakan Dia datang dan tinggal bersama kita, dalam keluarga kita. Sabda-Nya, "di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam namaku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka" (Mat 18,20) mengundang kita untuk selalu berdoa bersama dalam keluarga setiap hari.
Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu agar kami selalu membuka pintu hati kami untuk menyambut-Mu dan mempersilakan-Mu tinggal dalam hati dan dalam keluarga kami. Amin. -agawpr-
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar