Dominus Flevit
(RD Josep Susanto)
Gambaran Yesus yang menangisi Kota Yerusalem sesaat Ia mendekati dan melihat kota itu dari kejauhan, adalah gambaran Allah yang penuh belas kasih.
Dalam gambaran itu kita bisa melihat Allah yang mampu menyelami penderitaan yang akan dialami oleh umatNya kelak, karena dosa-dosa dan penolakan mereka.
Tempat Yesus menangisi kota Yerusalem itu berada di sekitar Bukit Zaitun, sekarang berdiri sebuah gereja dengan design tetesan air mata, yang diberi nama dengan Dominus Flevit (Tuhan Menangis).
Dari jendela gereja itu memang kita bisa melihat keindahan kota Yerusalem.
Kota Yerusalem adalah kota yang direbut oleh Raja Daud dari orang-orang Yebus.
Kota ini sangat strategis bagi Daud karena berada di tengah-tengah Kerajaan Utara (Israel) dan Kerajaan Selatan (Yehuda).
Di kemudian hari, kota berbukit ini dijadikan oleh Daud sebagai pusat pemerintahannya sekaligus usahanya yang disebut sentralisasi ibadat, supaya tidak ada lagi praktek penyembahan berhala yang tumbuh subur di beberapa tempat di Israel maupun Yehuda, karena kurangnya pengawasan yang ketat.
Daud membangun tembok-temboknya, lalu mulai membangun Bait Allah di dalamnya, yang baru terealisasi pada jaman Raja Salomo, anaknya.
Dengan dua usaha Daud di atas, Kerajaan Daud sangatlah masyur dan maju, sebab Allah hadir di tengah-tengah umatNya.
Allah yang hadir inilah yang melindungi Israel sedemikian rupa dari segala gempuran musuh, bencana alam dan malapetaka.
Allah menjamin kesejahteraan dan perlindungan kepada umat pilihanNya ini, atas sumpah yang telah dibuatNya kepada Abraham, Ishak dan Yakub, nenek moyang mereka.
Nama Yerusalem sendiri terdiri dari 2 kata: Ir artinya Kota, Shalem artinya damai. Maka Yerusalem artinya Kota Damai.
Tetapi yang terjadi bukannya damai tetapi perang dan pertentangan, kejahatan dan kebusukan.
Tuhan Yesus menangis atas penolakan orang-orang sebangsaNya terhadap diriNya.
Penolakan ajakan Juruselamat itu berarti penolakan terhadap keselamatan Allah sendiri.
Yesus menubuatkan bahwa tembok-tembok kokoh Yerusalem yang menjadi benteng perlindungan umat Allah akan hancur.
Nanti dalam Luk 21:6 Yesus menubuatkan sebuah akhir tragis tentang kehancuran Bait Allah yang berdiri kokoh di dalam kota Yerusalem:
"akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan."
Yang menjadi Yerusalem kokoh dan kuat bukanlah tembok-tembok atau pun pasukan perangnya, tetapi Allah sendiri yang hadir di tengah-tengah umatNya.
Sebetulnya bukan kali ini saja Bait Allah dan Yerusalem mengalami kehancuran. Jauh sebelum jaman Yesus pun, kira-kira tahun 587 SM, pasukan Babel menghancurkan kota Yerusalem dan menjarah seluruh isi Bait Allah.
Padahal peristiwa itu sudah dinubuatkan jauh-jauh hari oleh para nabi sebelum pembuangan.
Namun mereka tidak mau mendengar, tetap hidup dalam cara hidup mereka yang penuh dengan kekerasan, ketidakadilan, ketidaksetiaan pada Allah.
Inilah yang membuat Tuhan Yesus menangisi Kota Yerusalem, sebab untuk kesekian kalinya umat pilihan Allah menolak Allah mereka, berontak dan hidup tidak sesuai dengan cara hidup sebagai bangsa pilihan.
Selamat pagi kawan.
Sadarlah sudah sejauh mana engkau berdosa, dan bertobatlah.
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar