Kencan Dengan Tuhan
Kamis, 22 November 2018
Bacaan: Ayub 5:2 "Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh sakit hati, dan orang bebal dimatikan oleh iri hati."
Renungan:
Sebuah lampu minyak merasa iri dengan lampu mercusuar yang memiliki cahaya lebih terang, "Berada dalam kamar ini rasanya cukup pengap dan kurang terhormat. Ah ... seandainya aku ada di dekat mercusuar itu pasti hidupku lebih berarti lagi. Aku juga dapat membantu kapal-kapal supaya tidak kehilangan arah."
Pada suatu hari seseorang membawa lampu minyak itu dan meletakkannya di dekat mercusuar. Tetapi karena perbandingan cahaya yang tidak seimbang, maka tidak ada seorangpun yang memerhatikan lampu minyak tersebut. Ia lupa bahwa lampu minyak memiliki arti yang besar ketika berada di dalam kamar. Di ruangan itu dia bisa memancarkan sinarnya dan berguna bagi orang lain. Iri hati telah membuat dirinya tidak memiliki arti.
Setiap orang diciptakan dengan keadaan yang unik dan berbeda antara yang satu dengan yang lain. Namun demikian, semua orang berguna dan berharga di hadapan Tuhan. Ketika kita datang dan mau mempersembahkan diri kita kepada Tuhan, maka sekecil apapun kemampuan yang kita miliki, akan Tuhan jadikan besar di hadapan manusia.
Jadilah diri kita sendiri dan biarkan Tuhan memakai hidup kita menurut caraNya, maka hidup kita akan menjadi berharga di mata manusia dan di mata Tuhan. Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas keberadaan diriku saat ini. Jangan biarkan roh iri hati menguasaiku untuk menjadi seperti orang lain. Tetapi jadikanlah diriku menjadi pribadi yang mau Kau bentuk seturut kehendakMu, sehingga kehadiranku dapat berarti bagi sesamaku. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar