Minggu, 25 November 2018

MENYERAHKAN

'nemo dat qod non habet, adagium klasik ini memuat motivasi hidup yang amat dalam. Benarlah 'anda tidak bisa memberi apa yang anda tirak miliki".

Kalau dulu Dia memuji persembahan seorang janda miskin  ketimbang persembahan mereka yang berduit, pastilah ada makna yang dalam.

1. Banyak orang memberi tapi janda miskin itu mempersembahkan. Ia menyerahkan seluruh jaminan hidupnya. Ia mempersembahkan hidupnya. Bukan kuantitas melainkan kualitas yang dilihat Tuhan dalam setiap pemberian.

2. Pemberian hanya akan menjadi persembahan jika orang sanggup melepaska n pamrih dan kepentingan diri. Tidak untuk memperoleh puja puji, 'sepi ing pamrih' itu bukan perkara mudah.

3. Tidak ada orang yang tak bisa memberi karena hakekat hidup adalah pemberian yang harus dishare. Bukan sesuatu yang ada pada sisi luar hidup dan hanya melekat melainkan sisi terdalam yang dimiliki setiap orang itulah yang paling dilihat Tuhan sebagai yang paling berharga.

Benar sekali, anda harus memiliki lebih dahulu untuk bisa memberi. Dan ternyata di mata Tuhan tidak ada orang yang tidak memiliki. Ada hidup dengan aneka kekayaan yang ada di dalamnya yang selalu bisa dipersembahkan untuk kemuliaan-Nya.

Ajari kami Tuhan untuk mampu berkorban dan memberikan hidup kami seperti janda miskin itu.
(Robert Agung Suryanto  OFM)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar