Senen Kliwon, 26 Nop 2018
*BERBAGI DENGAN RELA DAN IKHLAS*
*BACAAN*
*Why 14:1-3.4-5* – “Pada dahi mereka tertulis nama Anak Domba dan nama Bapa-Nya”
*Luk 21:1-4* – “Yesus melihat seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti derma”
*RENUNGAN*
1.Banyak umat, dan rama paroki, senang ketika kolekte tiap minggu selalu banyak. Dengan uang itu bisa membantu orang-orang miskin, merawat bangunan gereja, menjalankan operasional gereja, dan membantu hidup harian para rama paroki. Bahkan ada jor-joran gereja paroki mana yang kolektenya paling banyak. Pundi-pundi uang di bank pun menjadi ukuran “kekayaan” gereja. Berpikir seperti tersebut di atas, maka persembahan si janda miskin tidak berarti, padahal Yesus berkata, *“janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu.”*
2.Yang dikehendaki Yesus dengan persembahan si janda miskin adalah *semangat berbagi dengan rela dan ikhlas*. Berbagi atau memberi derma sebagai penyadaran bahwa *semua barang di dunia ini adalah milik Allah* dan kita hanya sebagai pengelola. Apa yang kita terima dari Allah, kita kembalikan kepada Allah lewat berbagi. Praktek berbagi dan solidaritas merupakan ciri khas hidup jemaat pertama (Kis 4:34-35).
3.Banyak orang mengumpulkan hanya untuk dirinya sendiri, tidak mau berbagi untuk orang-orang miskin. Yesus berkata kepada pemuda kaya yang datang kepada-Nya, *“pergilah, juallah apa yang kau miliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin*” (Mrk 10:21). Banyak umat mengeluh: “Di gereja banyak pungutan ini itu, apa-apa serba uang dan ditentukan jumlahnya. Gereja mata duitan.” Betulkah?(MS,www.berkat.id).
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar