#renungan
*MELIHAT JAUH KE DALAM HATI*
Senin 26 Nov 2018
_`Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu` (Luk 21:2)_
Tidak ada yang tersembunyi bagi Tuhan.
Ia melihat segalanya sampai ke kedalaman hati kita.
Tidak karena berat atau sulitnya suatu perbuatan, tidak juga karena hebatnya,
maka pekerjaan itu menjadi berharga di hadapan Tuhan,
namun hati yang penuh cinta kepada-Nyalah yang membuat pekerjaan yang paling sederhana pun menjadi berkenan di hadapan-Nya.
Seorang yang mengarahkan hatinya kepada Tuhan dan mengasihi-Nya
akan mampu memaknai setiap pekerjaan yang dilakukannya sebagai kesempatan
untuk mempersembahkan kurban-kurban kecil bagi Tuhan, ungkapan balas kasih-Nya.
Tentunya, ada kebahagiaan di hati saat mampu memberi dan menyenangkan hati `Dia yang kita cintai`.
Besarnya kebahagiaan ini tidak terletak pada besarnya pemberian, namun pada besarnya cinta dalam hati saat memberi.
Itulah yang membahagiakan.
Cinta selalu menginginkan dan mengusahakan kebahagiaan Dia yang dicintai.
Fokusnya adalah Dia yang dicintai dan kebahagiaan-Nya.
Jadi, jika kita masih `membutuhkan` penghargaan dan ungkapan terimakasih saat memberi,
masih berkeluh-kesah, dsb, maka itu adalah tanda-tanda kita berfokus pada diri sendiri, tidak pada si Dia.
Pemberian seperti itu masih dinodai cinta diri, bukan cinta kepada-Nya.
Mari mohon rahmat Tuhan untuk dapat memberi dengan sukacita
apa yang sebetulnya telah terlebih dahulu Tuhan berikan kepada kita.
*_Sr. M. Paulina, P.Karm_*
Senin 26 Nov 2018
Why 14:1-5; Mzm 24:1-6; Luk 21:1-4
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar