Rabu, 21 Nov 2018
Pekan Biasa XXXIII
Why. 4:1-11; Mzm. 150:1-2,3-4,5-6; Luk. 19:11-28.
Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali.
Mengapa tuan itu memberikan kepada 10 hambanya masing-masing 1 mina untuk berdagang? Berdagang itu merupakan suatu jenis pekerjaan, di mana orang menggunakan pikiran dan tenaganya untuk menghasilkan sesuatu atau untuk menjadikan modalnya berkembang. Namun, berdagang juga berarti melayani kebutuhan orang lain, sebab melalui barang dan jasa yang dijualnya, seorang pedagang membantu banyak orang dalam memenuhi kebutuhan mereka. Maka, inti pokok dari perintah yang disampaikan oleh tuan ini adalah ajakan untuk menantikan Kerajaan Allah sambil berjaga-jaga dan bekerja. Hal ini rupanya dipakai untuk mengatasi salah paham di kalangan para murid yang berpikir bahwa Kerajaan Allah sudah dekat, maka cukup dinantikan saja tanpa perlu berbuat apa-apa (ay.11). Bukankah hal ini juga sering kita alami. Tidak jarang, kita menunggu seseorang atau sesuatu tanpa berbuat apa-apa, sehingga menjadi membosankan, apalagi kalau yang ditunggu terlambat, bisa-bisa kita menjadi marah. Padahal, menunggu itu tidak akan membosankan kalau kita melakukannya sambil bekerja atau melakukan suatu kegiatan, misalnya membaca, berdoa, atau yang lainnya. Kembali pada perumpamaan tentang uang 1 mina untuk modal berdagang. 1 mina itu kira-kira 100 dirham dan 1 dirham setara dengan upah sehari untuk seorang pekerja harian. Memang, bukan modal yang besar untuk berdagang. Tapi, modal itu kan bukan satu-satunya yang menentukan keberhasilan. Yang penting adalah kemauan, niat dan usaha untuk memanfaatkan modal yang dianugerahkan Tuhan dengan sebaik-baiknya, termasuk berani menanggung risiko atas usaha yang dilakukan. Bagaimana dengan kita?
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar