Selasa, 20 November 2018

#renungan

*DIPANGGIL UNTUK MEMUJI TUHAN*

Rabu 21 Nov 2018

_`Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan` Mzm 150:6)_


Apa yang akan Anda lakukan jika Anda mendengar bahwa Anda akan meninggal dalam waktu yang amat dekat ini? Seorang kudus mengatakan bahwa ia akan tetap meneruskan permainannya karena sejak awal ia telah bermain hanya untuk kemuliaan Tuhan dan ia tidak merindukan apa-apa yang lain, selain memuliakan Tuhan dalam perkataan dan perbuatannya.

Kerinduan untuk memuliakan Tuhan setiap saat dalam segala sesuatu menganugerahkan sikap pasrah kepada Tuhan. Kita tidak kuatir lagi akan hidup karena semua perbuatan, baik kecil maupun besar, sama-sama untuk kemuliaan Tuhan (bdk. Rm 11:36) dan tidak untuk kemuliaan diri sendiri.

Kita, manusia, dapat menciptakan segala sesuatu dari sesuatu yang sudah ada, sedangkan Tuhan menciptakan semuanya dari yang tidak ada. Inilah keagungan dan kebesaran Tuhan. Alangkah baiknya bila kita bersyukur kepada Tuhan. St. Bernardus berkata, `Rasa tidak tahu bersyukur adalah angin yang membakar, yang mengeringkan sumber kesalehan, embun belas kasihan, dan aliran rahmat.`

Mari kita mengarahkan hati kepada Tuhan ketika melakukan segala sesuatu, `Tuhan, aku melakukan tugas ini untuk kemuliaan-Mu.` Jadi, sambil bekerja sepenuh hati, kita juga dapat berdoa dan memuji Tuhan dalam hati. Ora et labora, berdoa dan bekerja.

*_Sr. M. Sesilia L., P.Karm_*

Rabu 21 Nov 2018
Pw Santa Perawan Maria Dipersembahkan Kepada Allah
Why 4:1-11; Mzm 150:1-6; Luk 19:11-28

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar