Senin, 12 Nov 2018
St. Yosafat
Tit. 1:1-9; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 17:1-6.
Tidak mungkin tidak ada penyesatan. Kata-kata Yesus ini sungguh benar adanya. Cukup banyak orang, termasuk pada pejabat kita, suka membuat dan menyebarkan berita bohong, alias hoax. Kita tentu tidak sulit mengambil contoh-contoh yang konkret dan aktual. Mulai dari operasi plastik dikatakan sebagai korban pemukulan, harga sepiring nasi ayam di Jakarta lebih mahal di Singapura, dan sebagainya. Apa tujuan pembuat dan penyebar hoax ini? Ya jelas untuk menyesatkan. Kalau mengikuti pesan Yesus secara harafiah, lebih baik bagi mereka jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu dilemparkan ke dalam laut. Mungkin itulah yang saat ini dibuat dalam wujud sanksi hukum yang tegas bagi pembuat dan penyebar berita hoax. Kita sendiri jelas harus melawan hoax. Namun, dengan pengampuan yang disampaikan-Nya, Yesus mengajak kita untuk tetap mempunyai harapan. Harapan agar orang-orang yang sukanya membawa penyesatan tersebut segera sadar dan bertobat. Untuk itu, dalam doa-doa kita, marilah kita selalu memberi tempat untuk mendoakan mereka-mereka ini agar diberi kesadaran dan rahmat pertobatan untuk berhenti membawa penyesatan lalu dan sebagai gantinya mereka menggunakan kemampuan dan peluang yang mereka miliki untuk kebaikan.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar