Selasa, 11 Desember 2018

Rabu, 12 Des 2018
Pekan Adven II
Yes. 40:25-31; Mzm. 103:1-2,3-4,8,10; Mat. 11:28-30 

"Kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan" 

Setiap orang pasti mempunyai beban (hidup) yang harus ditanggung. Bentuknya macam-macam. Bisa berupa masalah, kesulitan, penyakit, dll. Bahkan, pekerjaan dan tanggung jawab yang harus kita laksanakan pun bisa jaru merupakan beban pula. Itu semua riil dan kita tidak perlu berpura-pura mengatakan bahwa hidup kita tidak punya beban. Yang penting adalah bagaimana kita menyikapi, menganggap, dan memperlakukan beban-beban tersebut. Kalau kita menganggapnya berat, maka kita pun akan merasakan bahwa beban itu sungguh berat. Kemudian yang kita lakukan adalah mengeluh, mengeluh, dan mengeluh. Tidak jarang juga menyalahkan orang lain, keadaan, bahkan diri sendiri dan Tuhan. Kalau ini yang terjadi, seringan apa pun beban kita, kita akan merasa berat dan keberatan. Sebaliknya, kalau kita menganggap bahwa beban-beban kita itu wajar - wajar to orang hidup itu suatu saat mengalami masalah, kesulitan, sakit, dll - maka kita akan merasa ringan. Kendati ada beban, kita tetap merasa enak menanggungnya. Kita tidak akan banyak mengeluh tetapi tetap bisa bersyukur. Sekarang, pilihan sikap itu ada pada kita. Yang jelas, Yesus mengundang kita untuk datang kepada-Nya. Bukan untuk menyerahkan beban-beban kita kepada-Nya sehingga kita bisa lepas tangan dengan enak. Bukan. Yesus sudah punya beban sendiri, yang kita tidak mungkin dapat menanggung-Nya, yakni dosa-dosa kita yang ditebus-Nya. Ia mengundang kita untuk datang kepada-Nya agar kita belajar dari pada-Nya. Belajar bagaimana Ia dengan tekun dan tabah menanggung beban-beban dosa kita. Belajar bersikap lemah lembut dan rendah hati agar seberat apa pun beban kita, kita menganggapnya ringan dan enak untuk dipikul.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar