Rabu, 05 Desember 2018

Rabu, 5 Desember 2018
KatKit (Katekese Sedikit) No. 177

Seri Katekismus
KURBAN SEMPURNA

Syalom aleikhem.
Allah Sang Bapa menyerahkan Putra-Nya, Yesus Kristus – dialah Tuhan kita – demi keselamatan abadi kita karena cinta-Nya kepada kita, dunia, ciptaan-Nya. Cinta Allah mencakup siapapun, selalu mendahului cinta dari pihak ciptaan, melebihi cinta manapun juga.

Putra Allah datang ke dunia untuk melaksanakan kehendak Allah, yaitu agar setiap ciptaan ditebus dan dapat memasuki kekudusan Allah. Bahasa mudahnya, ciptaan yang sudah “kena vonis mati” (pasti masuk neraka) kini punya kesempatan masuk surga karena kurban Kristus membuka kembali pintu surga yang sebelumnya tertutup oleh karena dosa manusia.

Seluruh kehidupan Kristus adalah untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang: “Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.” Kurban Kristus memperlihatkan bahwa “tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”

Karena cinta-Nya kepada Bapa dan kepada manusia, Kristus menerima kesengsaraan dan kematian-Nya dengan sukarela sebagaimana telah disabdakan-Nya: “Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, tetapi Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri.” Sang Putra menyambut kematian dengan kebebasan penuh, tanpa paksaan.

Ekaristi

Pada malam sebelum sengsara-Nya, Tuhan Yesus mengadakan perjamuan terakhir dengan para murid-Nya sebagai peringatan akan penyerahan diri-Nya secara sukarela kepada Bapa. Itulah Ekaristi yang pertama di dunia. Ekaristi yang ditetapkan Yesus Kristus menjadi “peringatan” akan kurban-Nya. Jelaslah sudah, Ekaristi terkait erat dengan kurban Kristus.

Sang Kristus menerima Para Rasul masuk ke dalam penyerahan diri-Nya. Ia mengangkat Para Rasul-Nya menjadi imam-imam Perjanjian Baru: “Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran.”

Kematian Kristus adalah kurban Paskah, sekaligus kurban Perjanjian Baru yang mendamaikan manusia dengan Allah oleh “darah-Nya yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.” Kurban Kristus menyempurnakan dan mengakhiri segala kurban.

Kurban Kristus adalah anugerah Allah; Bapa menyerahkan Putra-Nya supaya mendamaikan kita dengan diri-Nya. Serentak pula kurban itu adalah kurban Sang Putra yang memberikan diri secara bebas oleh karena cinta kepada Bapa dan kepada manusia.

** Ringkas-uraian atas Katekismus Gereja Katolik (KGK) No. 604 – 614

Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar