Kamis, 10 Jan 2019
Kamis sesudah Epifani
1Yoh. 4:19-5:4; Mzm. 72:2,14,15bc,17; Luk. 4:14-22a.
«Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya» - Luk 4,21
Yesus mengatakan bahwa nubuat Yesaya yang dibaca-Nya tergenapi pada saat orang banyak mendengarnya. Ada beberapa makna yang saling berkaitan dengan satu sama lain. Pertama, nubuat itu tergenapi atau terlaksana dalam diri Yesus yang membacanya. Dalam Injil Lukas, kisah ini berada di awal penampilan Yesus di hadapan publik. Boleh dikatakan, apa yang dibaca Yesus dari Kitab Yesaya ini merupakan "program kerja" yang akan Ia laksanakan. Hal ini tampak jelas dari apa yang dikisahkan Lukas selanjutnya: Ia membebaskan orang yang kerasukan setan (Luk 4,31-37), menyembuhkan orang-orang sakit (Luk 4,38-41), mengajar (Luk 4,42-44), dan seterusnya. Kedua, perlu diingat juga bahwa Yesus membuat dan melaksanakan semua karya yang sudah menjadi program-Nya itu dalam kesatuan dengan Roh Kudus. Ia tidak pernah terpisah dari Roh Kudus. Ia dikandung dari Roh Kudus (Luk1,26-38), ketika dibaptis Roh Kudus turun atas-Nya (Luk 3,21-22), dalam pencobaan di padang gurun, Roh Kudus menyertai (Luk 4,1-13). Demikian pula, ketika kembali ke Galilea (Luk 4,14) dan menyampaikan program perutusan-Nya, Ia berada dalam kuasa Roh Tuhan yang selalu ada pada-Nya (Luk 4,1618-19). Ketiga, program kerja Yesus itu tergenapi, tidak hanya ketika Yesus membacanya di hadapan orang banyak, tetapi juga ketika orang banyak itu (= kita) mendengarnya. Itu berarti, di satu sisi, Sabda Tuhan itu bekerja dalam diri kita begitu kita mendengarnya. Tentu saja bukan sekedar mendengar lalu mengabaikannya, tetapi mendengarkan dan meresapkannya. Ibarat makan, kita yang mendengarkan dan meresapkan Sabda Tuhan dengan sungguh-sungguh, berarti menerima santapan (Sabda), kemudian mengunyah dan menelannya sehingga mendapatkan energi (rohani). Namun di sisi lain, ketika kita mendengarkan Sabda Tuhan, kita juga diundang untuk ikut serta menggenapi atau melaksanakannya. Oleh karena itu, setiap saat kita diingatkan: «Berbahagialah orang yang mendengarkan Sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya». Kita pun dengan lantang mengimani: «Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami». Artinya, Sabda Tuhan yang mengadung kebenaran itu mesti kita jalani dan hidupi.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar