Rabu, 09 Januari 2019

Renungan Katolik Bahasa Kasih
Kamis, 10 Januari 2019

1Yoh 4:19 - 5:4
Mzm 72:2,14-15,17
Luk 4: 14-22a

SAYA PENDUSTA?

Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barang siapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. 1Yoh 4:20

Ujian hidup rasanya tidak pernah berhenti kita lalui selama kita masih menginjakkan kaki di dunia ini. Mungkin akan lebih mudah apabila ujian yang harus dihadapi seperti ujian di sekolah - jelas dan kita tahu apa yang akan diuji - sehingga kita dapat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.

Ujian merupakan suatu tolak ukur untuk melihat apakah kita sudah belajar melakukan dengan benar selama ini. Namun ujian hidup tidak kita ketahui kapan datangnya, persiapan apa yang perlu kita lakukan, serta kapan ujian itu berakhir.

Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin saja ujian itu berupa orang-orang di sekitar kita yang sulit untuk dihadapi. Bisa jadi atasan kita, teman, keluarga, bahkan pasangan kita. Mungkin Tuhan memang "menitipkan" orang-orang tersebut untuk menjadi "penguji" dalam kehidupan kita.

Kita tidak bisa lari dari para "penguji" itu. Walaupun mungkin kita sering gagal dan menyebabkan kita terluka, namun kita harus terus berupaya mendahulukan dan memenangkan kasih, yang akan membawa pada perdamaian dan rekonsiliasi. Karena ada tertulis, jika ia tidak mengasihi saudaranya dan berkata bahwa ia mengasihi Allah, maka ia adalah seorang pendusta. (Md)

Apakah saya termasuk pendusta?

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar