Kamis, 17 Jan 2019
Hari Biasa Pekan I
1Sam. 4:1-11; Mzm. 44:10-11,14-15,24-25; Mrk. 1:40-45.
Janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapapun
Segala macam bentuk ketidaktaatan pada kehendak dan perintah Tuhan pasti akan merepotkan. Lihat saja yang terjadi pada Adam dan Hawa ketika mereka melanggar larangan dari Tuhan untuk tidak makan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat (Kej 3,17): mereka kemudian diusir dari Taman Eden, dan untuk mengembalikan mereka beserta seluruh generasi manusia keturuannya, Sang Sabda harus menjadi manusia dan menderita sengsara serta wafat di salib. Meskipun dalam exultet, dosa Adam disebut sebagai "dosa yang menguntungkan karena mendatangkan Penebus", namun tetap saja menimbulkan kesengsaraan dan penderitaan. Dalam Injil hari ini, terjadi hal yang hampir sama. Seorang kusta yang disembuhkan oleh Yesus dilarang oleh-Nya "pergi dengan peringatan keras: "Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapapun" (Mrk 1,43-44). Bukan sekedar larangan biasa tetapi diberi tekanan "dengan keras". Namun, orang itu melanggarnya. "Orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana" (Mrk 1,45). Mungkin maksudnya baik, yakni agar orang-orang yang mendengarnya menjadi percaya kepada Yesus. Namun, hal itu justru merepotkan Yesus: "Ia tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru." (Mrk 1,45). Masalahnya, orang-orang itu mencari Yesus, bukan pertama-tama untuk percaya dan menjadi pengikut-Nya, tetapi seekdar untuk disembuhkan. Setelah sembuh dan mendapatkan apa yang dicari, ya sudah. Yesus rupanya tidak mau dengan orang-orang oportunis semacam itu. Kita ingat misalnya apa yang dikatakan banyak orang banyak yang mencari-Nya setelah Ia menggandakan roti: "Sesungguhnya, kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang" (Yoh 6,26). Dari sini ada 2 hal yang bisa kita terapkan dalam hidup sehari-hari: pertama, belajar untuk selalu taat pada kehendak Tuhan; dan kedua, tidak menjadi orang yang oportunis: kita mencari Tuhan dan datang kepada-Nya bukan hanya karena butuh tetapi karena percaya dan mencintai-Nya.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar