Minggu, 06 Januari 2019

Mutiara Iman

TERANG
7 Januari 2019

“Bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang." (Mat 4:16)

Lectio
1Yoh. 3:22-4:6; Mzm. 2:7-8,10-11; Mat. 4:12-17,23-25.

Tedy, seorang kakek merayakan ulang tahunnya yang ke-85 dihadiri oleh 5 anak dan 20 cucunya. Hal yang selalu dilakukan oleh keluarga Tedy dalam merayakan ulang tahun adalah bukan hanya makan-makan bersama saja namun ada acara yang ditunggu-tunggu yaitu KESAKSIAN dari beberapa anggota keluarga.
Helen salah satu cucu berkata :
”Sekitar 5 bulan yang lalu, saya tak pernah berdoa lagi. Awalnya terasa biasa saja. Namun dengan berjalannya waktu saya terbawa pada pergaulan yang bebas. Saya tidak menyadarinya, sampai suatu malam Mama menelpon supaya saya berdoa Rosario untuknya. Sejak itu, saya SADAR telah salah dan lalu  bertobat dan hingga sekarang saya tidak pernah lagi meninggalkan Tuhan, Sang Terang.”
Lalu mereka semua bertepuk tangan dan kemudian Helen mendekati Tedy, menerima cium dan berkat.
“Herman tiga minggu yang lalu mengajak mamanya mengaku dosa, yang setelah itu pergi menemui temannya yang sudah tidak saling berbicara selama 15 tahun! Bagaimana perasaanmu Herman?” tanya Rudy, salah satu anak Tedy.
“Iya Paman, Mama benar-benar merendahkan diri sampai temannya menangis. Roh pengampunan benar-benar hadir.” jawab Herman.
Lalu semua orang bertepuk tangan atas kesaksian yang diberikan Herman.

Hidup kita adalah menjadi TERANG bagi sesama.

Oratio
Ya Tuhan, mampukan kami menjadi Terang bagi sesama. Amin

Missio
Marilah kita jadikan hidup ini semakin menerangi sesama.
Have a Blessed Monday.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar