Selasa, 08 Januari 2019

Rabu, 9 Jan 2019
*BERJALAN BERSAMA KRISTUS*

*BACAAN*
*1Yoh 4:11-18* – “Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita”
*Mrk 6:45-52* – “Para murid melihat Yesus berjalan di atas air”

*RENUNGAN*
1. Kristus tidak tergoda untuk euphoria atas kesuksesan-Nya. Apa yang memberi penghiburan batin bukannya hasil-hasil dalam misi-Nya, melainkan *kesatuan dengan Bapa-Nya di surga lewat doa.* Kesuksesan tidak ditentukan oleh hasil, melainkan oleh *damai dan sukacita* mendalam di dalam Allah. Bagi Kristus, *saat berdoa* menjadi kunci untuk mempertahankan tempat kudus di dalam hati-Nya. *Menyediakan waktu untuk berdoa* berarti membangun tembok untuk mempertahankan ruang kudus Allah dalam jiwa kita. Dalam *sendirian hening bersama Allah,* kita akan melihat apa yang terjadi dalam diri kita, mana yang dangkal, semu atau sia-sia. Dari sini kita akan merangkul yang abadi, penyerahan diri dan cinta yang sempurna.

2. Di mana saja para murid berada di perairan, merupakan *saat untuk belajar.* Air melambangkan kehidupan, badai melambangkan ketidak pastian, pencobaan, dan penderitaan. Kristus secara konsisten *menguji dan membentuk* siapa saja yang Ia cintai. Kesusahan dan kesulitan tidak hilang, bahkan bisa menjadi semakin dahsyat karena mengikuti Kristus. Bila hal itu terjadi, hal tersebut merupakan *pelatihan* bagi seorang rasul atau santo. Kristus melihat bahwa para rasul berada dalam bahaya, tetapi mereka tidak pernah sendirian – pandangan *Kristus tidak pernah meninggalkan mereka,* pemeliharaan-Nya tidak pernah absen.

3. *”Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”* *Berjalan bersama* Kristus akan mampu mengalahkan badai. *Berkomunikasi* dengan Kristus lewat doa akan membantu untuk menemukan dasar pijakan yang kuat di tengah pasir yang rapuh. Kristus mengingatkan bahwa tidak ada kejahatan yang lebih kuat daripada diri-Nya. Semuanya menjadi baru bila kita *berjalan seirama dengan Kristus.* (MS,berkat.id)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar