Rabu, 9 Januari 2019
KatKit (Katekese Sedikit) No. 186
Seri Katekismus
SERAUT ALAM MAUT
Syalom aleikhem.
Inilah uraian perluasan alias penjelasan lebih sederhana mengenai KatKit No. 183 Seri Katekismus.
Bicara mengenai alam setelah kematian, Gereja Katolik mengenal beberapa istilah: Surga, Neraka, (Api) Penyucian atau Purgatorium, (Tempat) Penantian. Kata dalam kurung bisa disertakan, bisa pula tidak. Kita bisa katakan “Api Penyucian”, bisa juga “Penyucian” saja jika konteks yang dimaksud sudah jelas. Begitu pula berlaku untuk “Tempat Penantian”.
Surga & Neraka
Surga dan Neraka umumnya cukup jelas. Surga itu kebahagiaan kekal yang sempurna karena kebersamaan dengan Allah sepenuh-penuhnya. Surga bisa digambarkan sebagai tempat sekaligus suasana. Ya tempat, ya suasana. Apa ada tempatnya? Ya, memang ada sebab setelah akhir zaman, semua manusia dibangkitkan badannya. Jadi, ada badan. Dan, badan perlu tempat (ruang) – meski badan kebangkitan beda sekali dengan badan kita sekarang; badan kebangkitan berwujud mulia.
Neraka pun sejelas Surga. Neraka adalah kesengsaraan kekal yang sempurna karena secara mutlak tak ada kebersamaan dengan Allah. Sama seperti Surga, Neraka juga bisa digambarkan sebagai tempat sekaligus suasana.
Tempat Penantian
Paham mengenai Surga dan Neraka umumnya jelas. Lain halnya dengan Tempat Penantian. Itu disebut “tempat”, tapi juga tidak sepenuhnya tempat sebab ada suasana menanti juga. Menanti siapa? Menanti datangnya Sang Penebus yang akan membebaskan mereka dari tempat itu. Tempat Penantian adalah tempatnya orang-orang beriman yang meninggal sebelum kedatangan Kristus (pendek kata: orang-orang beriman pada zaman Perjanjian Lama). Mengapa mereka menanti? Sebab, Surga telah/masih tertutup. Seberapa pun kebaikan mereka tak bisa membuka kembali Surga yang tertutup oleh dosa manusia pertama. Wafat Kristus membuka kembali Surga. Dan, hari itu juga semua yang di Tempat Penantian “bersama-sama Aku [Tuhan Yesus] di dalam Firdaus” seperti penjahat yang bertobat pada salib.
Tempat Penantian sudah tak ada lagi setelah wafat Kristus. Semua orang beriman yang di sana sudah dibawa oleh Kristus memasuki alam kebahagiaan kekal, yaitu Surga.
Purgatorium
Orang-orang beriman setelah kedatangan Kristus (zaman Perjanjian Baru) tidak masuk ke Tempat Penantian ketika mereka mati, namun langsung masuk Surga jika suci sepenuhnya, atau masuk Surga melalui (Api) Penyucian alias Purgatorium. Jadi, Purgatorium adalah tempat pemurnian bagi orang-orang beriman yang sudah jelas masuk Surga namun belum suci sepenuhnya.
** Uraian perluasan atas Katekismus Gereja Katolik (KGK) No. 631 – 633
Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar