Selasa, 08 Januari 2019

SAAT DIFITNAH
"Menyakitkan saat difitnah, berani memaafkan adalah anugrah" Rio. scj

Bagaimana perasaan Anda ketika disakiti, dihianati, dibohongi, dijelek-jelekan, dijatuhkan dan difitnah. Sedih, kecewa, marah, sakit. Ya kata sebuah lagu "sakitnya tuh di sini".

Mudah memang melihat, membicarakan, menilai dan memberi cap atas keburukan orang. Sayapun melakukannya. Ternyata yang mudah itu melukai, menyakiti, bahkan membuat menderita orang lain. Tak ada manusia sempurna.

 Sakit, kecewa, marah boleh tapi jangan berlarut-larut. Kadang yang melukai tak sesuci hati kita, yang memfitnah tak secerah hidup kita, yang memberi cap buruk tak sebaik hidup kita. Eiiiit jangan baperan ya alias - bawa perasan. Rubahlah baper menjadi bawa permenungan.

Coba lihat apa yang diterima Yesus. Ia menebar kebaikan dibalas kebencian, Ia menyembuhkan dibalas cacian, Ia membebaskan Maria Magdalena dan yang kerasukan dibalas fitnahan, Ia mewartakan kerajaan Allah dan menyelamatkan dibalas dengan hukuman kematian. Tepat kata Yesus "selumbar dimata saudaramu nampak, balok dimatamu sendiri tidak kelihatan".

Mari belajar dari Tuhan. Meski tak selamanya kebaikan dibalas pujian teruslah berbuat baik. Meski kasih dibalas dengan kebencian dan cacian teruslah berbuat kasih. Meski kejujuran dan ketulusan dibalas fitnahan teruslah menebar kesucian. Meski orang yang kamu tolong, bantu, layani, doakan tak tau berterimakasih teruslah tebar kebaikan.

Kasih akan bersinar, kebencian dan fitnah akan pudar.  Ingatlah Anda mungkin tak lebih baik dan sempurna dari orang yang Anda nilai dan keburukan yang Anda sebarkan. Deo gratias. Rio scj.

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar