Selasa, 19 Februari 2019

Rabu, 20 Feb 2019
Pekan Biasa VI
Kej. 8:6-13,20-22; Mzm. 116: 12-13,14-15,18-19; Mrk. 8:22-26.

"Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas" (Mrk 8,25)

Hari-hari ini, bangsa kita semakin mendekati Pemilihan Umum. Debat capres tahap kedua baru saja digelar hari Minggu, 17/02/2019 kemarin. Perdebatan para calon ini, boleh dikatakan merupakan suatu proses dan tahapan, di mana mata kita dibuka perlahan-lahan - seperti proses Yesus menyembuhkan mata orang buta yang dikisahkan dalam Injil - sehingga kita semakin melihat (= mengenal) para calon presiden dan wakil persiden kita. Dalam kisah penyembuhan orang buta, kita menangkap adanya sebuah proses. Semula, orang buta tersebut sama sekali tidak mampu melihat. Kemudian setelah Yesus menjamahnya untuk pertama kali, ia mulai dapat melihat secara samar-samar: ia melihat manusia seperti pohon yang berjalan-jalan Akhirnya, setelah Yesus menjamah untuk kedua kalinya, ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas. Begitulah, untuk melihat segala sesuatu dengan jelas, butuh proses. Proses menuju Pemilu tanggal 17 April 2019 yang akan datang, kiranya juga perlu dibarengi dengan proses untuk membuka mata atau proses untuk sembuh dari kebutaan, terutama untuk melihat dan mengenal calon berdasarkan data dan fakta yang sebenarnya. Kita sendiri, mungkin sudah termasuk orang-orang yang sebuh, alias sudah bisa melihat dengan baik. Namun, rasanya masih banyak masyarakat kita yang buta, lebih-lebih buta mata nurani dan akal sehatnya sehingga tidak mampu melihat serta membedakan: mana yang data dan fakta sesungguhnya, dan mana yang hoax  dan kebohongan. Oleh karena itu, kita membutuhkan rahmat. Sebagaimana orang buta disembuhkan oleh Yesus, kita pun mohon rahmat, agar orang-orang yang sampai saat ini masih buta tersebut, juga disembuhkan. Semoga, kita dan siapa pun yang mempunyai hak pilih dan harus memilih dalam Pemilu ini, dijamah oleh Tuhan sehingga dapat melihat dengan jelas: siapa yang harus dan sebaiknya dipilih. Kita juga mohon, semoga dengan pertolongan rahmat Tuhan, para Pemimpin yang terpilih nantinya, juga bukan orang-orang yang buta mata hatinya, tetapi pemimpin-pemimpin yang mampu melihat segala sesuatu dengan jelas sehingga dapat mengambil keputusan dengan bijaksana demi kesejahteraan seluruh masyarakat.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar