Kamis, 21 Februari 2019

#renungan

*TELADAN PENGABDIAN*

Jumat 22 Feb 2019

_`Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri,_
_yang memanggil hambahambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka` (Mat 25:14)


Petrus menulis surat ketika orang Kristen mengalami penganiayaan pada masa kekaisaran Romawi,
di bawah pemerintahan Kaisar Nero, karena ia melihat bahwa untuk bertahan di tengah-tengah dunia yang jahat,
umat membutuhkan seorang pemimpin yang dapat menjadi teladan bagi mereka.

Dalam suratnya ia mendefinisikan diri sebagai `teman penatua dan saksi penderitaan Kristus`,
bukan sebagai atasan atau manager seperti di dunia kerja.

Gembala yang sejati perlu memiliki kerelaan hati membantu orang lain bertumbuh dalam iman,
dan tidak berusaha mengejar kedudukan, kekayaan, dan ketenaran.

Gembala yang dekat dan mengenal Sang Gembala Agung, yaitu Yesus, akan memiliki kerendahan hati,
tidak lekat pada penghargaan diri dan memiliki iman yang hidup.

Ia akan mengabdikan diri bagi `kawanan domba` yang dipercayakan kepadanya.

Kesuksesan seorang gembala tidak terletak pada kecakapan dalam mengawasi dan memerintah,
tidak pula tergantung pada titel akademis, atau keahlian dalam hal administrasi dan kepandaian berbicara.

Di tengah dunia yang memiliki banyak tantangan, gembala sejati selalu ingin hadir melindungi kawanan domba, umatNya,
serta rindu menghadirkan Sang Gembala Sejati dengan tindakan, semangat, pengharapan dan penghiburan.

*_Sr. M. Eusebia, P.Karm_*

Jumat 22 Feb 2019
Pesta Tahta S. Petrus, Rasul
1Ptr 5:1-4; Mzm 23:1-6; Mat 16:13-19

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar