Jumat, 26 April 2019
*API BELAS KASIH, API CINTA*
*BACAAN*
*Kis 4:1-12* – “Keselamatan hanya ada di dalam Yesus”
*Mzm 118:2* – “Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru”
*Pengantar Injil, Mzm 118:24* – “Inilah hari yang dijadikan Tuhan. Marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya”
*Yoh 21:1-14* – “Yesus mengambil roti dan memberikannya kepada para mereka; demikian juga ikan itu”
*RENUNGAN*
1.Ketika dua murid, Petrus dan Yohanes, memasuki kuburan, Kitab Suci mencatat bahwa Yohanes percaya, tetapi tidak dikatakan tentang Petrus. Petrus harus menyelesaikan masalah hidupnya sebelum beriman penuh kepada Tuhan. Dalam hatinya, Petrus merenungkan masa lalunya yang penuh ketidak setiaan. Ia mencari suasana yang menghibur hatinya dengan menjala ikan. Ia mengajak teman-temannya yang juga meninggalkan Tuhan ketika Ia mengalami penderitaan maut. Hasilnya: gagal total. Tak seekor ikan pun mereka peroleh. Itulah gambaran hidup yang tidak bersama dengan Tuhan.
2.Yohanes, ketika memasuki perahu, memiliki suasana hati yang berbeda dengan Petrus dan Rasul lainnya. Trip dengan perahu ini mengingatkan Yohanes naik perahu bersama Petrus, dan Petrus bertobat dan menyatakan, “Pergilah daripadaku, Tuhan, karena aku ini seorang yang berdosa” (Luk 5:1-11). Berdasarkan inpirasi tersebut, Yohanes duduk dekat Petrus sampai kesempatan rekonsiliasi muncul dalam diri Petrus. Kesempatan itu muncul ketika Yohanes melihat Yesus berada di pantai, dan ia berseru, “Itu Tuhan.” Yohanes tidak meninggalkan Petrus. Kita semua mempunyai beban hidup sendiri-sendiri. Akan sangat menghibur, jika kita memiliki sahabat yang membawa kita kembali kepada Tuhan. Apakah aku juga seperti Yohanes yang membawa kembali Petrus kepada Tuhan?
3.Ketika Petrus sampai di pantai, ia melihat api arang. Api itu mengingatkan kembali kesedihannya pada malam sebelum sengsara Tuhan, ketika dia menghangatkan diri di perapian, dan ia menyangkal Yesus dengan berkata, “bahkan aku tidak kenal dengan orang itu” Mat 26:72-74). Padahal ia sendiri pernah menyatakan pengakuan imannya, “Engkau adalah Kristus, Anak Allah yang hidup” (Mat 16:16). Sejarah Petrus, seperti sejarah kita, tidak pernah tetap (konstan) dalam hal kesetiaan. Tetapi Tuhan memanggil kita semua untuk perjamuan belas-kasih-Nya: “Marilah dan sarapanlah!” Tuhan memberikan kebaikan dan kemurahan hati kepada siapa pun yang menjahati-Nya. Tiga tahun menyaksikan Yesus mengampuni dosa dan menyembuhkan orang sakit, membantu mereka untuk mengenal Yesus sebagai Allah yang rahim.
🇲🇨MS,berkat.id🇲🇨
----------------------------------------
*NOVENA PESTA KERAHIMAN HARI KE-8 (BHF 1226.1227)*
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar