#renungan
*MENJADI BATU PENJURU*
Jumat 26 Apr 2019
_`Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan -yaitu kamu sendiri --, namun ia telah menjadi batu penjuru` (Kis 4:11)_
Sebagai pembela kebenaran, kita tidak akan menemukan jalan mulus dan bebas hambatan dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini tampak jelas jika kita melihat kisah para tokoh pembela kebenaran di sepanjang sejarah kehidupan manusia. Walaupun banyak hal positif yang telah mereka kerjakan, namun masih ada saja pihak yang tidak suka dan mencari-cari kesa-lahan mereka. Namun, mereka tidak goyah, mereka tetap menyuarakan kebenaran sekalipun harus melewati hukuman, ketidakadilan, dll.
Rasul Petrus dan Rasul Yohanes telah memberikan teladan kepada kita (bdk. Kis 4:8-10). Saat mereka ditentang pun, mereka selalu mewartakan kebenaran karena mereka yakin bahwa keselamatan hanya pada Yesus, Sang Batu Penjuru Kehidupan (bdk. Kis 4:11).
Agar kita dapat meneladani mereka, kita harus selalu membuka mata, hati, pikiran kita terhadap suara Allah. Petrus diminta Yesus untuk menebarkan jala di Danau Tiberias dan ia taat, sekalipun telah berjam-jam ia dan temantemannya menjala ikan dan tidak mendapatkan apa-apa. Hasilnya? Mereka mendapat begitu banyak ikan, sampai sulit untuk menarik kembali jala mereka (bdk. Yoh 21:6).
Bagaimana dengan kita di dalam kehidupan keseharian ini? Masihkah kita memegang prinsip iman untuk hidup dalam Roh dan kebenaran?
Yesus, tolonglah aku untuk hidup sebagai anak-Mu.
*_Veronika P._*
Jumat 26 Apr 2019
Hari Jumat dalam Oktaf Paskah
Kis 4:1-12; Mzm 118:1-2.4.22-27; Yoh 21:1-14
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar