Sabtu, 13 April 2019

PERCIKAN HATI❤
Minggu, 14 April 2019

🌟Renungan : HARI MINGGU PALMA : MENGENANGKAN SENGSARA TUHAN
(Tahun C/I – Merah)
Luk. 19:28-40 (Perarakan), Yes. 50:4-7; Flp. 2:6-11; Luk. 22:14-23:25 (Luk. 23:1-49).

*_MENGAPA MENDERITA?_*

🙂Seringkali setiap dari kita selalu salah dalam memandang arti dari penderitaan. Orang yang mengalami penderitaan, kita anggap sebagai orang yang malang, sementara orang yang bersenang-senang tanpa derita,  kita anggap sebagai orang yang beruntung. Maka jelaslah, setiap dari kita, umumnya hanya menginginkan kesenangan dan tidak mau menghadapi kesulitan. Jika berjumpa dengan derita, otomatis orang akan menjauh dan melarikan diri agar tidak mengalaminya. 

🙂Sahabat, pada hari Minggu Palma ini, Yesus mengajarkan kepada kita apa arti dari derita yang sesungguhnya. Ia berani menderita bahkan sampai wafat di kayu salib, karena ketaatan-Nya  yang sempurna kepada Bapa di surga. Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi dengan jelas berkata, “Dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” Kisah sengsara dalam Injil hari ini mengisahkan betapa derita yang dialami Yesus itu, adalah penderitaan yang begitu besar. Namun penderitaan itu tidak membuat Yesus melarikan diri dari tugas dan kewajiban-Nya sebagai Putera Allah. Sebaliknya, Yesus mengungkapkan cinta-Nya yang penuh kepada Bapa sampai pada tetes darah terakhir.

🙂Kita tak bisa menghindari derita di dunia ini, sakit-penyakit, pergumulan hidup yang berat, beratnya tugas dan tanggung jawab, bahkan kematian pun, cepat atau lambat akan kita alami. Dan dari itu semua, penting dari kita untuk mau memberi arti dari penderitaan yang kita alami. Bagaimana pandangan kita terhadap derita dan bagaimana keyakinan serta ketaatan kita kepada Bapa yang adalah penolong hidup kita.

🙂Mari, sebagai umat Allah, jika kita berbeban berat oleh karena masalah-masalah yang terjadi, tugas, pekerjaan, dan tanggung jawab yang terasa semakin berat, bahkan pun kita yang saat ini sedang merasakan rasa sakit oleh karena sakit-penyakit, dengan penuh keyakinan teguh kita berkomitmen pada ketaatan akan kehendak Allah. Hadapilah kesulitan, pergumulan, dan sakit-penyakit kita dengan penuh sukacita sebagai tantangan untuk menguji dan memurnikan ketaatan dan cinta kita kepada Allah dan sesama. 

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar