*SIRAMAN ROHANI* Minggu Palma, 14 April 2019 RP Fredy Jehadin, SVD
*Tema: Jadilah Pengikut Kristus Yang Setia Apa pun Situasinya!* Yohanes 22:14 – 23: 56
Saudara-saudari... Ada dua teman akrab, sebut saja si A dan Si B. Walaupun keduanya dari wilayah berbeda. Si A berasal dari tempat yang jauh, sementara si B tuan tanah. Keduanya selalu bersama. Makan dari periuk yang sama, keluar ke pasar selalu bersama, keduanya saling menolong. Pada suatu hari terjadilah hal yang sangat menyakitkan. Si B, karena melihat keberhasilan si A, yang adalah pendatang, mengkianatinya. Si B menggerakan orang di kampungnya untuk menutupi usaha si A. Akan bisa dibuka kembali kalau si A membayar ganti rugi lahan yang dikelolah oleh si A walaupun lahan itu sesungguhnya lahan pemerintah. Si B berhadapan dengan si A meminta uang ganti rugi dan beberapa ekor babi. Perbuatan si B ini sungguh menyedihkan si A. Si A hanya pasrah dan serahkan kepada Tuhan apa yang dilakukan oleh Si B. Orang yang kemarinya begitu akrab, makan bersama, saling membantu, tetapi kini sudah menjadi musuh dan siap menghancurkan temannya. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan hati si A. Si A bingung dan sedih. Orang yang pernah dipercayainya kini berbalik jadi pengkianat. Siapa lgi yang dipercayainya?
Saudara-saudari... Apa yang dialami oleh si A ini, justru itulah yang dialami oleh Yesus Kristus 2 ribuan tahun yang lalu. Hari ini kita mendengar orang bersorak-sorai memuji Yesus. Orang mengeluh-eluhkan Yesus sebagai Raja ketika masuk ke Yerusalem. Tangan mereka mengacung-acungkan daun palma, mulut mereka menyeruhkan: “Hosana Raja Daud.” Pakaian mereka tanggalkan dan jadikan alas keledai tunggang Yesus, langkah mereka seiring mengiringi Yesus sang raja. Akan tetapi, sebentar kemudian khalayak berbalik melawan Yesus. Tangan mereka mengepalkan tinju dan mengacungkan pedang dan cemeti. Mulut mereka menyeruhkan hujatan, “Salibkan Dia, salibkan Dia! ” Pakaian Yesus mereka lucuti dan bagi-bagi, langkah mereka kompak menolak Yesus sang raja. Kita bisa bayangkan betapa pedihnya hati Yesus. Mereka yang tadinya jadi sahabat Yesus, kini berbalik jadi musuh Yesus. Tetapi walaupun demikian Yesus tetap menerima semuanya dengan pasrah. Malah dari salib Ia tetap berdoa: “Bapa ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat!” Yesus tahu bahwa Setanlah yang menguasai pikiran dan hati mereka. Yesus berdoa agar Tuhan mengampuni mereka agar mata hati dan pikiran mereka bisa melihat dalam diri Yesus bahwa Dialah Mesias yang dinantikan, yang mati demi keselamatan manusia. Ya, memang Yesus adalah raja damai. Demi cinta kasih-Nya, Ia rela berkurban sampai mati. Kasihnya kepada kita untuk selama-lamanya.
Bagaimana sikap kita kepada-Nya? Apakah kita selalu mengasihi Dia dan setia pada-Nya untuk selama-lamanya apapun situasi yang kita hadapi?
Bersama Bunda Maria kita berdoa: Tuhan teguhkanlah iman kami, semoga kami selalu setia pada-Mu apa pun situasi yang kami harus hadapi. Jauhkanlah dari kami sikap plin-plan dan takut akan ancaman karena iman akan Dikau. Amen!
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar