Kencan Dengan Tuhan
Rabu, 15 Mei 2019
Bacaan: Amsal 3:27 "Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya."
Renungan:
Mengapa Tuhan meminta kita untuk tidak jemu-jemu berbuat baik dan tidak menjadi lemah? Hal ini dikarenakan sifat kemanusiaan yang ada di dalam diri kita. Seringkali perbuatan baik kita tidak dihargai, bahkan seringkali kita mengalami seperti yang diungkapkan dalam peribahasa, "Air susu dibalas dengan air tuba." Hal inilah yang seringkali melemahkan iman kita. Kita mulai memilih-milih dalam menunjukkan kebaikan hati pada seseorang, bahkan mungkin pada akhirnya kita hanya memikirkan diri sendiri.
Kutipan Kitab Amsal di atas tidak mengajarkan kita untuk menyeleksi siapakah yang berhak untuk menerima kebaikan hati kita. Kutipan tersebut mengajar kita untuk menabur kebaikan di mana saja, kapan saja dan kepada siapa saja, ketika kita tahu bahwa kita mampu melakukannya.
"Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang" adalah perintah Tuhan bagi kita. Melalui ayat ini, jadikanlah Tuhan sebagai motivator bagi kita untuk menabur kebaikan, sehingga kebaikan menjadi gaya hidup kita. Kebaikan hati akan jauh berbicara lebih banyak tentang Tuhan, daripada beribu-ribu kata tentang Tuhan. Kebaikan hati membuat kita menjadi saksi mata yang hidup akan kehadiran Tuhan di dalam kehidupan kita. Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, taruhlah roh belaskasihMu di dalam hatiku, sehingga aku mampu berbuat baik kepada setiap orang. Jangan biarkan kekecewaan karena perbuatan baikku ditolak orang lain, membuat aku berhenti berbuat baik. Penuhilah aku dengan kuasaMu, sehingga setiap perbuatan baik yang kulakukan semata-mata hanya untuk kemuliaan namaMu dan bukan untuk memuliakan diriku sendiri. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar