Selasa, 14 Mei 2019

Rabu, 15 Mei 2019
Pekan IV Paskah
Kis. 12:24-13:5a; Mzm. 67:2-3,5,6,8; Yoh. 12:44-50.

“Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan” – Yoh 12,46

Kita semua adalah orang-orang yang telah percaya kepada Yesus. Ya, paling tidak itu yang selalu kita sadari dan kita perbarui setiap kami mengikuti Misa hari Minggu, juga saat berdoa Rosario dan Koronka Kerahiman Ilahi. Namun, kali ini Yesus menyadarkan kita bahwa percaya saja tidak cukup. Sebagai orang yang percaya, kita “jangan tinggal dalam kegelapan”, karena Yesus yang kita percayai adalah terang dunia. Sekarang, apa artinya tinggal atau hidup dalam terang dan dalam kegelapan? St. Yohanes menjelaskannya dengan singkat, padat dan jelas: “Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang” (1Yoh 2,9-10). Dari sini jelas bahwa hidup dalam kegelapan itu berarti hidup dalam kebencian dan hidup dalam terang itu berarti hidup dalam kasih. Dengan kata lain, membenci itu berarti meciptakan dan memelihara kegelapan, sementara mengasihi itu berarti meciptakan dan memelihara terang. Lebih dari itu, mengasihi berarti hidup dalam Tuhan, Sang Terang Dunia. Dengan demikian, kata-kata Yesus “jangan tinggal dalam kegelapan” merupakan undangan untuk membebaskan diri dari segala bentuk kebencian dan sebagai gantinya kita hidup dalam kasih (bdk 1Yoh 4,7-8). 

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar