Kamis, 27 Juni 2019
*MEMBANGUN DENGAN BIJAKSANA*
*BACAAN*
*Kej 16:1-12.15-16* – “Hagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram, dan Abram menamainya Ismael”
*Mat 7:21-29* – “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas wadas”
*RENUNGAN*
1.”Iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong” (Yak 2:20). Memberi kesaksian iman melalui perbuatan adalah sangat penting. Tidak cukup pergi ke gereja pada hari Minggu, memiliki Alkitab tetapi hanya di pajang di rak buku, atau menggantung Rosario besar di dinding sebagai hiasan. Iman kepada Kristus berarti bertobat setiap hari, mengubah hidup kita untuk disesuaikan dengan kehendak-Nya. “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” Melakukan kehendak Bapa berarti melakukan perbuatan belas kasih, sabar, dan pelayanan yang tidak pilih-pilih.
2.Mendengarkan dan mengikuti Kristus berarti hidup sebagaimana seharusnya kita, berarti menanggapi panggilan Tuhan. Mencintai dan melayani Allah merupakan tujuan hidup kita. Ketika kita berdosa, kita memutus tidak hanya dengan Kristus, tetapi dengan diri kita sendiri. Batin kita terpecah oleh karena nafsu-nafsu kita, oleh kemarahan kita, oleh keserakahan kita. Kristus mengundang kita untuk “pulang ke rumah” untuk menjadi diri kita yang sesungguhnya. Kapan kita membangun rumah di atas pasir?
3.Kita menyangka bahwa rumah yang dibangun di atas pasir itu kokoh kuat. Ketika tidak ada badai maka tidak masalah, tetapi ketika ada badai menerjang kita baru tahu betapa rapuhnya. Demikian juga hidup kita. Ketika semuanya tenang, semua nampak OK. Segala sesuatunya nampak bagus dari luar, tetapi di bawah permukaan terjadi pengeroposan, masalah kronis, problem yang tak terselesaikan, dan kekosongan. Ini semua terjadi karena Kristus tidak menjadi pusat kehidupan kita. Bagaimana hidupku?
🇮🇩MS😄🇮🇩
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar