Rabu, 26 Juni 2019

Kencan Dengan Tuhan
Kamis, 27 Juni 2019

Bacaan: 1 Kor 15:21-22 "Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.
Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus."

Renungan:
  Suatu hari seorang pemuda bertanya kepada gurunya, "Saya takut mati. Bagaimana saya bisa menyingkirkan rasa takut ini, Guru?" Gurunya berkata, "Ketika kamu meminjam uang, apakah kamu takut mengembalikan uang itu?" "Tentu saja tidak. Tetapi apa hubungannya dengan ketakutan saya ini, Guru?" tanya pemuda itu. Guru nya pun menjawab, "Tubuh ini hanyalah sesuatu yang kita pinjam dari Tuhan. Kita dibentuk olehNya dari debu dan tanah, tempat di mana kita tinggal dan berjalan, agar kita bisa terus menerus mengingat bahwa kita ini sedang menyewa." Kemudian, Guru itu pun mengambil sedikit tanah di tangannya, lalu ia melemparkan ke atas. Setelah tanah itu jatuh kembali ke tanah, ia pun melanjutkan perkataannya, "Tidak peduli seberapa tinggi kita naik, kita akan tetap kembali ke tanah. Karena itu berhentilah menjadi tuan atas tubuhmu. Hadapilah kenyataan bahwa kamu hanyalah seorang penyewa. Dan ingatlah bahwa masa sewa itu bisa berakhir kapan saja tergantung pemilik sewanya. Jadi apa gunanya kita takut mati?"
  Memang tidak banyak orang senang berpikir tentang kematian dengan ragam alasannya. Tetapi kematian tetap menjadi bagian dari hidup kita yang pasti terjadi. Selama kita hidup, kita memikul kematian dan hal itu tidak bisa kita ingkari. Perkataan guru kepada muridnya di atas memberi sedikit alasan bagi siapapun untuk tidak takut mati. Tetapi sebagai pengikut Yesus kita memiliki alasan yang lebih kuat daripada alasan itu untuk tidak takut kepada kematian, yakni karena Kristus telah mati dan bangkit bagi kita. Karena Kristus telah mati dan bangkit, maka orang yang meninggal di dalam iman kepadaNya akan dibangkitkan kembali. Karena Kristus telah mati dan bangkit, maka Sorga menjadi pasti. Karena Kristus telah mati dan bangkit, maka ada pengharapan bahwa kelak kita akan hidup bersama-sama denganNya. (Yoh 14:1-3).
  Jadi bagaimana pandangan kita tentang kematian? Sudahkah kita siap menghadapinya? Mari kita setia dalam iman, pengharapan dan kasih, sehingga kita tidak takut pada kematian. Tuhan memberkati.

Doa:
Bapa, terima kasih telah memberiku jaminan hidup kekal di dalam Yesus, sehingga kematian bukan hal yang menakutkan lagi bagiku. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar